Tampilkan postingan dengan label pendapatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendapatku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Manusia Tidak Ada yang Sempurna

|0 comments

Siapa bilang engkau tidak ingin menjadi sempurna. Engkau berjenis perempuan dan lelaki yang tentu pasti sempurna. Manusia. Makhluk yang Tuhan ciptakan menjadi jajaran diantara jutaan bahkan miliaran makhluk lain yang terlahir dalam planet bumi dan jajaran planet-planet lain yang mengitari ruang di angkasa sana. Tidak banyak orang berkata, “Tidak ada manusia yang sempurna”. Engkau masih saja tidak mensyukuri kesempurnaan yang telah Tuhan hadiahkan untukmu, begitu pula untukku_yang berkali-kali menganggapnya sama. Setiap kali hal ini di bahas maka tidak akan pernah ada habisnya, “Aku adalah manusia. Manusia tidak ada yang sempurna”. Begitulah seterusnya.

Derajat manusia memang paling tinggi diantara makhluk yang lain. Antara manusia dengan makhluk lain bukan manusia dengan manusia lain, maka mereka menganggap bahwa ia makhluk yang tidak pernah sempurna. Sempurna itu tidak terlihat oleh mata. Perwakilan salah satu panca indra kita ini tidak akan mampu melukiskan kesempurnaan manusia. Mana mungkin kesempurnaan itu terlihat oleh mata, sedangakan organ tubuh manusia itu sungguh ajaib yang tersusun satu saling berkaitan. Kesempurnaan manusia harus berada dalam dua hal yang terikat menjadi satu. Antara jasmani pada keadaan tubuh dan rohani pada akhlaknya.

Manusia yang sempat berpikir bahwa dia tidak sempurna, mungkin dia berada dalam gejolak pertarungan antara hati yang berhubungan dengan kebenaran, nilai religius, sifat baik yang sejatinya ada dalam ruang terdalam disana; dengan keadaan yang sebenarnya, tentang bagaimana harus menyikapi kehidupan, tentang bagaimana sebaiknya mengambil keputusan. Kemudian ia kembali berpikir betapa kerasnya hidup, panas, letih, lelah, dingin yang menusuk dan perjalan yang menyakitkan telapak kaki untuk bisa terus bertahan. Sulit dijelaskan untuk menanggapai ketidaksempurnaan manusia. Berbuat ini dan itu, berkata ini dan itu, kemudian begini dan terus begitu, hingga akhirnya memilih untuk begini dan begitu. Keadaan yang seperti ini sebenarnya tidak usah digambarkan, apalagi dituliskan dalam kata-kata. Digambarkan pun hasilnya pasti aneh. Pasti pusing memikirkannya.

Karena manusia tidak ada yang sempurna, maka manusia harus saling melengkapi. Tentu saja, jutaan samapai miliaran orang yang ada di belahan bumi pasti terdapat keragaman bentuk, tinggi badan, warna kulit, suku, agama, ras, sifat, perilaku, dan prinsip hidup manusia. Setelah Tuhan menciptakan manusia dengan jasadnya yang lengkap antara tangan dan kaki, telinga dan mata, pendengaran dan organ tubuh, peredaran darahnya, jantung, hati, ginjal maka hanya akhlak yang kemudian mampu menjadikan manusia sempurna. Sempurna untuk siapa? Sempurna sebagai rasa terima kasih untuk Tuhan karena kemurahan-Nya, kemudian melanjutkannya dengan menjaga sampai saat waktu yang ditentukan untuk segera kembali kepada-Nya. Sempurna untuk siapa, biarkan waktu yang menjawab.

Ingin menjadi siapa aku sini tidak bisa kujelaskan. Ingin seperti apa aku disini juga tidak aku nyatakan. Karena aku hanya ingin Tuhan ikut tersenyum bersama mimpi-mimpiku di sisa hidupku dan di sisa kehadiranku bersama dengan orang-orang yang aku sayangi.

Hati

|0 comments

Hati adalah panglima. Al-ghazali, “Hati adalah segumpal daging yang di dalamnya ada lubang dan di dalam lubang itu ada darah hitam (liver). Hati adalah sesuatu yang halus (lathifah) dan bersifat ketuhanan (rabbaniyah). Hati adalah nafs yang di dalamnya terhimpun dalam berbagai jenisnya. Ada yang disebut nafs mutmainnah (diri atau jiwa yang tenang, serius tapi santai, memiliki jiwa yang lapang, sabar, penuh kasih, pemaaf). Nafs lawwamah (jiwa yang mencela, suka mengeluh, menghina, cemberut, jutek). Nafs ammarah bissuu’l (jiwa yang selalu menurut kepada yang jahat, misal dengki, suka memfitnah, merusak dsb).

Konsisi hati akan mempengaruhi diri kita secara keseluruhan. Kabir Helminski, penulis buku The Knowing Heart, A Sufi Path of Tranformation mengatakan bahwa bila hati kita dalam keadaan sadar (awakened) dan bersih (purifed) akan memberikan kapasitas terhadap kebaikan serta kedermawanan yang tak terkunci. Kemudian akan melahirkan sifat-sifat ketinggian kemanusiaan kita. Subahanalloh, senangnya jika hati kita selalu dalam keadaan sadar dan bersih.

Hati yang sadar di setiap waktu dan bersih di sedia kala pasti menjadi impian semua orang. Tidak terkecuali mereka yang masih dalam keadaan kurang sadar dan kurang bersih bahkan lebih jauh dari itu. Lisan yang terjaga dan perilaku yang mendorong ke arah kebaikan pada diri seseorang pasti mampu menunjukkan bahwa sebenarnya orang itu hatinya baik. Apakah engkau percaya jika seseorang yang lisannya selalu terjaga dan perilakunya yang baik, pasti memiliki panglima yang baik?. “Bisa jadi seseorang itu hanya dalam kepura-puraan atau modus mencari muka dari khalayak supaya dianggap memiliki hati yang baik”, mungkin jawaban itu mendekati beberapa orang yang selalu berpikir rasional.

Jika engkau_ pembaca berpikiran sama dengan sisi kejahatanku, maka baiklah saat ini kita bersama-sama berada dalam ketidaksadaran. Lantas jika aku ingin terbangun dalam hitungan tiga, apakah engkau ingin bangun bersamaku?

Jangan berpikir terlalu lama. Hitungan tiga itu hanya tiga detik. Atau untuk lebih baiknya engkau tidak usah saja berpikir terlalu keras karena mungkin ini masih tidak terlalu penting bagimu. Dalam hitungan tiga, seperti pelari yang siap berlomba ia tidak perlu lagi dalam keraguan. Mereka yang masih dalam keraguan adalah.
1.      Pelari yang tidak tahu kalau dia akan segera mengikuti lomba.
2.      Pelari yang tidak pernah latihan menjelang hari perlombaan.
3.      Pelari yang tidak percaya akan kemampuan dirinya.
Sesuatu yang aneh, jika seorang pelari ingin mengikuti lomba tapi ia berada dalam keraguan. Sepertinya hal semacam itu tidak perlu diperharikan. Apakah engkau masih berpikir?

Aku disini sudah tidak lagi menunggu jawabanku, kawan. Maafkan aku. Sesuatu yang ingin aku sampaikan adalah ketika engkau masih memikirkan seseorang yang berada di atas sana. Seseorang yang engkau tidak tahu siapa dia. Dia yang aku sampaikan ketika aku mengajakmu untuk berpikir sejenak kemudian justru melarangmu untuk berpikir terlalu keras. Di bagian atas artikel ini, “seseorang yang lisannya selalu terjaga dan perilakunya baik”. Suatu harapan besar untuk semua manusia, ketika satu orang yang engkau jumpai dalam keadaan baik, maka janganlah engkau mencari-cari kejelekannya, dan ketika satu orang yang engkau jumpai dalam keadaan buruk maka ingatkanlah. Ketika satu orang yang engkau jumpai tidak engkau kenal begitu dekat, maka balaslah dengan sesuatu yang lebih baik, karena suatu saat ia akan tersadar dan mendekat kepada kita. Ketika satu orang yang engkau jumpai itu, engkau merasa takut jika engkau dikira mengguruinya maka yang terbaik adalah diam dan menunjukkan bahwa engkau tidak pernah memusuhinya. Apa engkau pernah dalam keadaan seperti ini? “ya, maka dari itu aku ingin membagi pengalaman bersama sahabat blogger tercinta.

Jika engkau berada dalam hal yang sama, maka tetaplah jaga hatimu. Jangan pikirkan kejahatan ketika engaku masih dalam keadaan aman. Pikirkanlah strategi terbaik ketika engkau dalam keadaan tidak aman. Teruslah berpikir dengan sifat-sifat ilmiah, dan tunjukkan pada dunia bahwa engkau adalah generasi bangsa yang baik, yang patut di contoh dari sifat kebaikanmu. Saat engkau kembali berpikir “bagaimana caranya agar dunia tahu aku memiliki hati yang baik”, engkau hanya cukup menjadi pribadi baik yang selalu menerapkan. Di mana pun, dalam keadaan apa pun dengan diiringi doa dan sifat ilmiahmu yang semakin melekat.

Apa engkau pernah mendengar tentang perkataan seorang perempuan yang menunggu hatinya menjadi baik kemudian segera memutuskan untuk berhijab? Lantas apa yang engkau pikirkan? Apakah engkau berpikir bahwa perempuan itu memiliki hati yang buruk? “tentu saja tidak”. Suatu ketika aku mendengar hal yang sama dari seorang perempuan yang cukup aku kenal bertahun-tahun. Aku berteman lama dengannya, bahkan sempat dua tahun belajar bersama di sekolah. Apakah engkau masih berpikir dia adalah perempuan yang tidak baik? “tentu saja tidak seperti itu”.

Dia adalah perempuan yang lembut perangainya. Meskipun penampilannya tidak begitu mencerminkan sosok wanita seutuhnya, aku dapat mengatakan bahwa ia adalah perempuan yang baik. Dia suka memakai celana, bahkan tidak pernah memakai rok, kecuali waktu sekolah. Meskipun kegemarannya memakai rok tidak dapat dijadikan acuan untuk menunjukkan bahwa dia seorang perempuan baik, tapi aku mengenalnya dengan baik di kesehariannya bersamaku, bersama teman-teman satu kelas bahkan sampai pada saat permusuhan kecil melanda diantara salah satu diantara temanku dengannya. Sesungguhnya dia memiliki pribadi yang baik dalam dirinya.

Untuk apa menunggu memiliki hati yang baik lalu kemudian setelah merasa baik engkau mengenakan hijab/jilbab? Apakah engkau merasa bahwa kebaikannmu itu telah sempurna, lantas engkau mengenakan hijab/jilbab? Darimana engkau tahu kalau kebaikanmu itu sempurna? Ketika sebelum aku menulis ini dan masih dalam keragu-raguan untuk mengenakan hijab, aku juga banyak berpikir “merasa belum pantas dan tidak sepantasnya aku berkata begini”, tapi kemudian seiring perjalanan waktu, Dia membuka hatiku hingga pada akhirnya tanpa sedikit keraguan pun untuk tidak memakai hijab/jilbab.
Ingatlah teman, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Tanpa keyakinan dan keimanan kita tidak akan pernah sanggup menjalani kehidupan yang penuh dengan misteri. Dunia luar yang bebas tanpa aturan, ilmu pengetahuan yang semakin canggih, persaingan yang tidak pernah kita sadari dsb.

Kerukunan pasti menjadi harapan setiap manusia. Jika manusia satu dengan yang lain dan semua manusia memiliki hati yang baik, pasti tidak ada orang jahat. Kalau tidak ada orang jahat, pasti dunia ini menjadi aman dan damai. “Apakah itu mungkin? Bukankah Allah telah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan? “Allah hanya akan menunjukkan jalan-Nya bagi orang-orang yang beriman. So, semoga kita bersama-sama menjadi orang yang beruntung dan selalu dekat hatinya kepada Allah SWT. Amin.

Kamis, 29 Maret 2012

BBM untuk Mahasiswa

|0 comments
Bicara tentang BBM pasti selalu terkait dengan demo. Pusing banget sih melihat mereka-mereka yang hobi banget demo. Panas-panasan di tengah-tengah kerumunan lalu lalang jalan yang penuh sesak, mbengok-mbengok memakai pengeras suara, mengumpulkan massa, membakar poster, membakar ban, dan berdiri di atas ketinggian tertentu untuk memperngaruhi massa yang lain, bak pidato persuasi (emang ini juga bentuk persuasi mbak..mbak).

Sebagai mahasiswa yang bolak-balik rumah-kampus pasti emang butuh biaya lebih. Sedikit berbeda dengan mahasiswa yang jarak rumah-kampusnya dekat, dia membutuhkan biaya hanya untuk uang jajan dan mungkin transportasi juga, tetapi dengan biaya terjangkau. Jarak dari arah kabupaten Kulon Progo-Jogja memang tidak begitu jauh, tapi bagiku cukup membuat badanku merasa sakit dan lemas. Yah, ini memang resikonya.

Bicara resiko memang, tidak seharusnya manusia-manusia yang merasa terbebani itu harus selalu dalam situasi dan kondisi seperti itu. Mengancam kehidupan dan eksistensinya. Keadaan yang seperti itu memang mengharuskan mereka tak harus diam di tempat. Demo terkadang  memang  menjadi pililihan. Mencari tempat dimana perasaannya mau dimengerti orang lain. Mencari tempat dimana pendapatnya mau di dengar orang lain, lebih lagi kalau diterima.

Kembali ke pembahasan awal tentang BBM, kalau dilihat dari sudut pandang mahasiswa, khususnya mahasiswa kalangan menengah jelas pastinya banyak anak yang menolak. Sebagai mahasiswa yang pada dasarnya masih belum memiliki penghasilan sendiri, hal ini akan sedikit meresahkan. Mulai mengatur pengeluaran dengan disesuaikan jatah bulanan yang mungkin tidak mengalami kenaikan. Berbeda dengan mahasiswa dari kalangan atas, hal seperti ini tentunya tidak menjadi beban hanya dengan menambahkan beberapa persen kenaikan jatah bulanan dari jatah bulan biasanya.

Menyoroti kenaikan harga BBM dari sudut pandang mahasiswa, mahasiswa kalangan menengah-lah yang menjadi korban. Sambil menunggu keputusan menaik atau tidaknya harga BBM di rapat paripurna DPR Jumat (30/3/2012) mendatang, apa pendapat kalian tentang kenaikan harga BBM??

a. SETUJU
b. TIDAK SETUJU



Sabtu, 24 Maret 2012

Kekuatan Doa Ibu

|0 comments
Sempat teringat dengan teman kuliah yang dibilang alay sebagian besar anak-anak. Rasanya kasihan sekali. Mungkin dibilang cari perhatian itu lebih halus didengar. Mencari perhatian disaat-saat seseorang merasa sendiri dan kesepian itu adalah hal wajar menurutku. Bukan memilhak tapi (sempat) teringat agar tidak jadi salah sangka haahaaa. Untuk arti sebuah teman maka tak usah dialay-alaykan, bahkan kita semua adalah teman satu perjuangan.

Sedikit aneh dengan teman yang satu ini memang membuat anak-anak khususnya anak-anak dari kaum perempuan menjadi kurang suka. Mungkin bukan kurang suka sama orangnya, tapi kurang suka sama alay-nya. Aku sendiri saja kadang juga begitu hahaha (sama saja kejam). Ada suatu waktu yang sebenarnya bukan hanya sewaktu-waktu, melainkan sering. Masa jaman semester muda, salah satu ke-alay-an temanku ini adalah mengirim SMS kepada phone box komunitas kelasku. Kata-kata yang aku ingat betul waktu itu adalah "Doakan aku juga ya". Keesokan hari saat mengikut kuliah di SMS perdananya, ternyata cukup membuat heboh anak-anak. Kebanyakan anak-anak dari kaum perempuan bilang bahwa dia "alay". Waktu itu juga aku sependapat dengan mereka hahaha (bener-bener kejam). Hatiku sebenarnya sempat lintuh mendengarnya. Tapi tetap saja ikut mengatakan alay.

Mengatai orang alay tapi aku sendiri juga alay. Setiap kali ditelpon orang rumah aku sendiri juga alay. Kata-kata yang keluar dari  mulut kejamku juga sama alay-nya, "Doakan aku. .". Saat ada sesuatu malah menelpon Bunda dan berkata alay," Bund, doakan aku selalu", saat ayahku menanyakan keadaanku pun, aku menjawab dengan alay, "Doakan aku. .". Tidak lain lagi saat sempat pulang ke kampung halaman, mengunjungi sanak saudara, lagi-alagi aku berkata dengan bahasa alay kepada si mbah puteri. Tak aku sadari ternyata ucapan halus yang dikeluarkan mereka baik aku yang memulai atau mereka memulainya sebagai tanda perpisahan sementara perjumpaanku dengan mereka membuatku merasa tenang. Kata-katanya ajaib bagai energi yang tak aku dapatkan saat lemas atau pun saat perut keroncongan. Merasa bersalah kepada teman alay-ku. Kuungkapkan salahku disini, dan kuganti kata-kataku. Merasa bersalah kepada teman seperjuanganku.

Doa adalah sebuah kekuatan misterius. Seperti halnya dengan doa seorang ibu, doa seorang teman dan seorang sahabat itu tidak pernah ada alay-nya. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda, permasalahan yang tak sama, dan kekuatan untuk bertahan dalam salah satu kondisi tertentu. Maka setiap orang berhak meminta doa kepada siapa saja, termasuk kepada seorang teman. Sesama manusia pun demikian. Menjadi egois hanya dengan mendoakan dirinya sendiri dan keluarga tercintanya tanpa mendoakan orang lain, menjadi kata-kata peringatan salah satu syarat  tidak dikabulkannya doa seseorang. 

Jumat, 03 Februari 2012

SMS

|2 comments
Untuk kesekian kalinya hati ini merasa tersakiti. Dengan perasaan dan tubuh yang lelah hati ini benar-benar tersakiti. Sungguh sakit, menyebalkan, keterlaluan. Hati yang tersakiti karena SMS. Kalimat terakhir yang terbentuk tepat sebelum kata-kata yang aku susun ini menjadi kalimat yang lain kedengarannya sedikit seperti judul sebuah lagu seorang wanita cantik nan anggun, bukan??!! Tapi aku sakit bukan karena lagu melainkan karena SMS. Ya, apakah kau suka?! apakah kau gembira?! atau apakah kau loncat kegirangan saking sangat suka dan gembiranya?? aishh,, kau memang keterlaluan!!!

Seperti yang kau tahu, hidupku memang tak lama lagi. Mungkin hanya tersisa 40 tahun. Waktu yang singkat, bukan?! harusnya kau tahu karena aku tak akan lama tinggal di bumi, maka harusnya kau perlakukanku dengan baik dan membuatku bahagia untuk sementara waktu disisa hidupku. Maukah kau tahu hal apa yang paling aku suka?! baiklah, aku akan memberitahumu dalam bentuk tanda tanya, maka kemudian simaklah dengan baik dan berpikirlah.

BISAKAH KAU MENYEBUT NAMAKU KETIKA MENGIRIM PESAN UNTUKKU.
BISAKAH KAU MENGGUNAKAN TANDA TANYA KETIKA KAU BERTANYA KEPADAKU.
BISAKAH KAU MENGAKHIRI PERCAKAPAN DENGAN TANPA MEMBERI RASA BEBAN.

Lihatlah, betapa kasarnya tiga pertanyaanku diatas. Bertanya tanpa tanda yang jelas,  seperti anak kecil yang tidak pernah mengenal ejaan bentuk dasar. Betapa mereka yang tak mampu melihat ingin sekali melihat kecantikan dari huruf "A" hingga huruf dua puluh enam. Begitu pula dengan simbol-simbol yang mereka ingin mereka jumpai dalam kehidupannya. Tapi kenapa mereka yang sempurna tidak menggunakkannya dengan baik.

Bahkan yang sangat menyakitkan kenapa tanda tanya berubah menjadi titik yang membingungkan kemana arah intonasi suatu kata dalam kalimat menjadi rancu dan ambigu. Singkatnya ini mungkin akan lebih sopan jika tanda tanya itu menjadi titik-titik yang mewakili kelanjutan kalimat yang tersirat dibelakangnya, entah nantinya berlanjut atau berakhir dalam sebuah percakapan tanpa menyakiti satu sama lain. Herannya cara seperti itu banyak aku jumpai pada teman kuliahku. Akhir-akhir ini mereka lebih sering menghubungiku, melewati SMS dan menyakitkan.

Aku tahu Short Message Service adalah suatu pesan singkat. Tetapi bukan berarti singkat yang menyakitkatn. Teman, kita menghirup udara yang sama. Bisakah kau memperlakukan orang lain sedikit seperti kau melakukannya untuk dirimu sendiri. Aku juga bukan seorang dengan sikap yang sebagian besar dipilih oleh dosen untuk tidak membalas ketika  mahasiswanya bertanya lewat SMS. Merasakan sebagai mahasiswa yang setengah mati memikirkan keputusan antara SMS atau telepon. Dilengkapi dengan teliti kata-katanya dengan ejaan baku dan disempurkan. Meskipun begitu, enak saja dia tidak menjawab salam dan membalasnya dengan bahasa singkat dan gaul. Berbeda dengan dosen yang lain, dosen sekaligus ketua jurusan yang satu ini memang lain. Kau memberikan contoh yang baik. Semoga orang-orang disekitarku akan mulai menyadarinya. Meski hatiku tersakiti, aku mencoba bertahan sampai saat ini. Tapi sungguh ini sering kali aku temukan. Begitu menyebalkan dan menyakitkan.

Aku menulisnya disini karena hari ini aku merasakan itu, dan satu alasan lain yang mendorongku menulis ini karena hari ini aku merasa bersalah kepada ayahku. Aku tahu dia pasti tidak sengaja. Matanya yang tak seindah dulu, mungkin harus menggunakan bantuan kaca mata agar lebih jelas. Dia mengirimku SMS untuk menanyakan keadaanku sekaligus memberitahuku bahwa dia sedang menemani bunda belanja. Dengan perasaan yang sudah tersakiti antara pesan-pesan yang masuk, akhirnya aku memberitahunya dengan lembut beralasan pasti untuk tidak mengetiknya dalam huruf kapital. Alasanku yang sebenarnya adalah aku tidak ingin ayah pun menyakiti dan membebani orang lain tanpa dia ketahui, aku juga tak ingin orang tidak suka  padanya, karena  dia adalah inspirasiku. Percayalah ayah, aku menjaga diriku disini dengan baik dan aman dengan selimut tebal. Maka jagalah dirimu dan bunda di rumah dengan baik.

Seperti sahabat aku memperlakukan teman. Tapi tidakkah sedikit saja teman yang kurasa lebih dekat dibandingkan dengan teman-teman yang lain justru membuatku kesakitan. Haruskah kisah SMS ini menjadi mengingatkanku tentang seorang teman yang menyakitkan. Dengan kehadiranku saat dibutuhkan. Aku membantu dengan segenap apa yang aku bisa, terima kasih dan merasa merepotkan pun tak nampak diwajahnya. Terlihat kasar dan berkuasa. Sesungguhnya aku tidak masalah untuk membantu bahkan sejujurnya ini mendekati ikhlas jika kau menggunkan hatimu. Apalagi jika kau mampu menunjukkan hal yang sama di setiap waktu bukan hanya untuk saat-saat tertentu dibutuhkan. Seperti sampah yang tak terpakai kemudian di buang. Tidakkah kau menyadari aku berusaha memperlakukanmu sedikit seperti aku melakukan untukku sendiri. Kau seperti jantung yang akhirnya meminta hati. Tanda koma seharusnya kau gunakan saja sebagai senjata pamungkas. Dengan itu mungkin kau masih ada kesempatan untuk bersembunyi dengan cantik tanpa tampak olehku. kokta !!

Selasa, 24 Januari 2012

Motor dan MP3

|0 comments
Mengendarai motor plus mp3 plus-plus menikmati alam bebas itu sangat menyenangkan. Dan maafkan aku ayah, tidak begitu memperhatikan laranganmu yang satu ini. Kumainkan saat jauh dari keramaian dan tetap tengok kaca kanan kiri di setiap waktu. Berdoa, berhati-hati, riting, dan lubang yang terlalu dekat jatuhkan saja saat tak mampu menghindar lagi. Pastinya aku akan sampai dengan selamat. Mengutip dan menamabkan kata-kata andalannya pastilah alibiku ini dapat diterima dengan baik. Yeee ... horee ...

Pejalanan berkilo-kilo menjadi tidak berasa, jika melihat rasa sayang beliau dan kekasihnya untukku dan si bujang yang sedang berjuang belajar mencari jati dirinya dan menjaga beliau setelah pulang dan malam datang. Sempat terlintas sesuatu yang agak mengerikan ketika membayangkan jalan dan sendiri. Tapi ternyata bukan hanya aku yang menjadi pemberani dan agak terlihat nekad. Banyak teman perempuan yang aku kenal, ternyata mereka pun tangguuh, mandiri dan yeeee pemberani menempuh puluhan kilo sendiri. Awalnya ini memang sangat mengerikan. Tapi semenjak memasuki akhir semerster tujuh dan semester delapan ini dan bertepatan pula dengan sistem perkeretaapiaan Indonesia yang semakin meninggkat baik, aku semakin merasa tidak bisa menyesuaikan jadwal kegitan adan jadwal kereta dengan pemesaan tiket yang harus mampu untuk aku pastikan kapan hari dan waktunya. Aaah sulitnyanya ...

Bukan masalah utama untuk mengeluh, masih ada jalan yang perlu aku tuju dan semangat semoga senantiasa mengalir di setiap detik. Amin. Mudahkan dan lindungi dalam langkahku oke Tuhan. ^^

Rabu, 28 Desember 2011

Pendewasaan

|1 comments
Layaknya mood situasi tertentu terkadang membuat emosi seseorang berubah-ubah. Karena mood selalu hadir ketika hati dan kenyataan berada pada satu titik yang tepat. Sejalan atau tidak sejalaan. Antonim yang berusaha ditemukan anak-kecil semasa duduk di bangku Sekolah Dasar sampai setengah mati  ini mungkin mampu menjelaksan maksud mood itu sendiri yang mempengaruhi mood seseorang dengan perubahan sewaktu-waktu yang tidak pernah dapat untuk diprediksi dengan mudah. Sama halnya dengan masalah. Masalah itu muncul ketika harapan-harapan itu tidak sama dengan kenyataan. Dan di situlah emosi mulai naik dengan rentang yang tidak beraturan lagi. Contohnya seorang yang cinta mati kepada kekasihnya, maka hal itu akan menaikkan syaraf-syaraf emosi sebagai bentuk pelampiasan. Masalah seperti ini memang manarik bagi sebagian besar orang, tapi sebenarnya tak sedikit orang pula sebenarnya merasa agak sedikit bosan. Jadi saya pilih pura-pura mati dulu deh hahaaa. Nah, emosi yang dimunculkan pada kasus ini biasa adalah bentuk emosi yang kurang baik. Pada orang tertentu, kejadian seperti ini justru berlaku sebaliknya. Mampu membuatnya dewasa dan mulai berpikir ke depan. Syaraf emosi ini mungkin syaraf yang baik hati hehe. . dia mampu berkolaborasi dengan masalah yang dihadapi sehingga menjadikannya pelajaran berharga dalam hidup.

Kedewasaan tidak terletak pada ke berapa tertentu seseorang dilahirkan dalam sebuah keluarga. Anak sulung, anak bungsu, atau anak tengah-tengah, bahkan anak ke-12 dari suatu keluarga. Selain itu, kedewasaan juga tidak terletak pada tahun ke berapa seseorang dilahirkan sampai sepanjang perjalan tahun yang dilalui oleh seseorang tersebut. Kedewasaan itu ada karena kemampuan bagaimana orang itu berpikir, menanggapi, memperlajari, mengenal, mengerti, menyesuaiakan, mengatasi yang berawal dari dirinya sendiri, memahami orang lain, mengenal lingkungan dan masalah yang menjadi teman kehidupan setiap manusia.

Senin, 12 Desember 2011

Cermin

|2 comments
Setiap kata adalah cerminan tingkah
Setiap langkah adalah cerminan jiwa
Setiap tingkah adalah cerminan diri
Setiap jiwa adalah cerminan hati
Setiap hati adalah cerminan rasa
Setiap rasa adalah cerminan bentuk
Setiap hati adalah cerminan pribadi
Setiap pribadi adalah cerminan manusia
Setiap manusia adalah cermin untuk manusia yang lain

Rabu, 16 November 2011

Sejenak Berkontemplasi

|3 comments
Karena malam selalu menghangatkan, pasti aku akan kembali tenang.
Karena mimpi buruk telah pergi, aku pasti tidak akan takut lagi.
Karena aku tidak suka bekerja di bawah tekanan.
Maka aku ingin bebas.
Dengan caraku sendiri.
Memilih egois dalam situasi yang membosankan.
Dengan caraku sendiri, dengan anggapanku sendiri.
No comment !
Jadi jangan menganggapku sangat setuju.
Karena sedikit pun aku tidak punya komentar.
Jadi tunggu saja. .sampai  mereka jera
Tidak ada yang membuatku berat, bahkan dari secuil ceritanya
Waktu akan menuntunku kembali pulang..

Jumat, 04 November 2011

Menyoroti Tentang Cinta Sejati ??

|3 comments
Buat para blogger or bloofer yang selalu punya pemikiran 'n solusi-solusi bijak, yuk bantu aku mencari tahu tentang 
Cinta Sejati Vs Cinta Mati ??

Bagi kawula muda yang masih bertahan hidup melibihi sepuluh tahun terakhir dari era milineum ini pasti akan merasa galau karena tidak punya kekasih idaman alias pacar (bahasa kerennya). Wah kasihan banget deh gue yang hari gini masih nge-jomblo#ngenes. Bahasa yang agak ngenes karena terkontaminasi gaya kocak si kang Arif . Wah lagi-lagi ditambah gaya "lombat lompat lompat"-nya tambah ngenes aja haha. .:D

Jumat, 05 Agustus 2011

Malu

|0 comments
Puasa sudah berjalan 5 hari. Hari ini hari ke-5 di bulan ramadan. Mushola lantai atas untuk puteri itu ternyata hari ini berkurang setiap harinya. Anehnya lagi serempak sampai tersisa 1/3 jumlah puteri yang hadir pada awal ramadan. Kurasa ini juga masih masuk awal ramadan. Halangan yang lain atau karena yang lain aku tidak tahu. Kasihan sekali imam itu. Meski ada beberapa jamaah yang hadir, tema "Bersyukur" dalam ceramah menjelang tarawih hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Mereka lebih antusias untuk bercerita pekerjaan dan jumlah karyawan yang dipekerjakannya dan bagaimana kesibukannya setiap hari.

Ya Rabb, sungguh aku malu pada-Mu ,
Sungguh malu terlahir sebagai perempuan. .
Sungguh malu pada jilbab dan mukena ini. .
Sungguh malu aku pada diriku. .
Tak banyak surat dari-Mu yang aku hafal. .
Tak merdu pula suaraku setiap melantunkan ayat-Mu. .

Ya Rabb, ampuni aku. .
Semoga aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. .
Tuk Perbaikan diri ini. .
Kelak di suatu hari nanti takkan terulang lagi. .
Atas izin-Mu aku berjanji. .
Amin ya robbal 'alamin. . .

Pantai dan Pantai

|0 comments

Karena sang senja pasti akan merangkak jauh. Hari kemudian akan gelap. Terkadang membuatku tenggelam dalam kesedihan. Mungkin demikian sama dengan mereka yang terkadang terdramatisir kesedihan dengan latar belakang matahari senja, begitu menggetarkan.


Mungkin manusia itu memang kumpulan kesedihan. Kesedihan itu sedikit hilang ketika kehadiran sahabat-sahabat yang menentramkan hati mengisi hari menjadi orang paling memahami dan mengerti segalanya. terkadang melebihi pengertian orang tua uppsss. Dia bagaikan makanan, bukan penyakit apalagi sekedar obatnya.




Barang kali kenangan adalah keindahan abadi yang dimiliki manusia. Sepenggal peristiwa manis atau pahit begitu indah dalam bingkai kenangan.






Terkadang sampai lupa waktu. Tapi ini seru !!!



Karena pantai selalu memberi hadir dengan keindahan. Karena pantai mampu menghilangkan kepenatan. Karena pantai hanya menyenangkan ketika dihadiri dengan teman-teman dekat. Rasanya menentramkan. Membagi cerita bersama deru angin yang kencang, lambaian nyiurnya memberikan semangat untuk bertahan. Awan yang cerah, karang-karang di lautan, dan sang fajar yang mulai merangkak menjauhkan pancaran sinarnya dariku.



Senin, 11 Juli 2011

Kata Ajaib

|0 comments
Ada secercah cahaya pagi masuk ke dalam kornea mataku. Sempat masuk dan aku terima dengan baik lalu aku terjemahkan dengan cepat. Barang kali benar-benar tak sampai satu detik mungkin sudah aku jawab. Tidak loading dan lambat, sesegera terjawab seperti reflek yang tidak terjamah oleh otak. Bukan suatu teori tapi tentang suatu kesimpulan mendasar. Sepertinya ini sebuah lelucon, tapi tidak juga mengocok perut sampai terpingkal-pingkal. Hanya saja hati kecilku tersenyum manis saja, karena sepertinya aku tidak pantas tertawa apalagi sampai terpinkal-pingkal. Sungguh tak mungkin aku lakukan. Kata-kata yang indah yang seharusnya tidak terangkai dan hanya menjadi rangkain yang tak berarti. Tidak tergambarkan dan tidak bernilai. Hanya omong kosong dan kemunafikan. Sungguh menggelikan. Tapi aku tak ingin begitu. Aku ingin merangkainya dengan ketulusan dan kelak Dia yang menjawabnya dengan ramah.

Sesuatu yang tidak akan pernah berubah karena kata dan hati bukan menjadi satuan kata-hati yang sempurna menjadi satu kata indah dari gabung keduanya. Bila saat ini aku berada dalam taman mimpi pasti semua ini takan pernah berubah. Bila aku berada disana sekarang pun tak perlu aku bayangkan dan tak perlu aku renungkan karena semua takkan berubah. Hanya karena sebuah taman mimpi.

Cobalah berpaling . .
Karena ini hanya taman mimpi, taman langit . . . .
Semua takkan berubah . . .
Sampai kapan pun ini taman langit tentang mimpi-mimpiku . . .
Dalam gelap terang pun semua takkan berubah . . .
Karena ini hanya taman mimpi dan pasti semua takkan pernah berubah . . .
Meskipun hanya taman mimpi tapi biarlah, aku punya hak untuk itu,,kelak Tuhan akan memeluk mimpi-mimpiku dan mimpi-mimpimu, untukku, untukkmu, sahabat, cita dan cinta amin . . .

Senin, 18 April 2011

Adinda

|0 comments
Ibu, panggilan seorang suami kepada istrinya tidak sedikit aku temukan di dalam kehidupan keluarga. Mereka yang baru saja melangsungkan pernikahan, atau pun mereka yang sudah bertahun-tahun menjalin kehidupan keluarga. Panggilan lain serupa seperti "mamah", "bunda", "mamih", "mom" sama saja. Mereka tidak lain adalah wanita yang melahirkan anak.

Kelangsungan kehidupan keluarga untuk menjaga keharmonisan sepatutnya dijalankan. Selain itu, impian membangun kehidupan keluarga yang harmonis itu menjadi impian banyak orang. Remaja yang mulai beranjak dewasa dan mulai berangan tentang kehidupan keluarganya kelak pastinya memimpikan hal yang serupa. Remaja-remaja yang beranjak dewasa sesekali akan berbagi cerita yang membuatnya merasa lucu. Celoteh tentang pangerannya kelak. Entah dengan remaja yang beranjak dewasa bagi para ikhwan. Mungkin sama atau tidak berbeda. Aku rasa sesekali pasti mereka sempat memikirkan angan-angan yang sama. Aku menjadi ingat ketika sahabatku pernah bercerita dengan mimpinya menikah dengan seorang gadis cantik. Berarti ini pasti ada kesamaan.

Disamping angan-angan si remaja-remaja yang beranjak dewasa. Wanita-wanita lain yang telah menjalani kehidupan keluarga selama bertahun-tahun pasti mendambakan hal itu. Buktinya saja untuk mewujudkakn misinya mereka memberikan contoh baik kepada anaknya tentang panggilan "ibu" dari sang suami kepada istrinya di depan anak-anaknya. Begitu juga sebaliknya. Bukankah itu juga wujud keharmonisan dan salah satu trik untuk menjadikan keluarga yang harmonis, jadi pasti terasa manis di dengar.

Tapi bagaimana dengan Zhihar ?? aku membacanya di pagi ini "Orang-orang yang menzhihar isterinya diantara kamu (menganggap isterinya sebagai ibu, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun" (Al- Mujjadilah). Meski aku memandangnya tergantung dari niatan hati setiap orang, dan tidak menganggapnya sebagai suatu pengandaian dan angan-angan semata aku ingin kelak dia memanggilku "Adinda" ^^.

Minggu, 10 April 2011

What Wrong with Me ??

|0 comments

Hai Kamu,,pernahkan merasakan kejahatan ??? ah bukan itu yang aku maksud, terlalu seolah suatu kekerasan yang sadis. Mungkin lebih baiknya pernahkan kamu meras sakit hati ??? ups lebih-lebih ini juga sepertinya masih kurang tepat. Jadi mungkin begini saja, pernahkan kamu merasa kesal ?, dongkol ?, dan benar-benar ingin marah ?. Mengesalkan sekali !, sangat mengesalkan ketika perlakuan kita tak ada yang salah tapi sesorang di sana aneh sekali dengan tingkahnya dan membuat jengkel sendiri yang tiba-tiba menjadi korban. Tahukah kamu bahwa marah itu membuat kita lelah dan tidak ada manfaatnya. Begitu banyak saluran syaraf yang bekerja ketika kita marah. Jadi sebenarnya buat apa marah-marah tanpa sebab ? Belum lagi si korban penyeban kemarahan, kasihan sekali dia, tidak tahu apa-apa malah kena semprot.


Kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Bagaimana dengan pendapatmu ? karena marah membuat mood jadi tidak baik, malas bekerja, otak sulit berpikir apalagi untuk menyelesaikan masalah.Selain hati ini menjadi berat dan gelisah, masalah itu sendiri pun tidak juga ditemukan titik terangnya. Rugi bukan main kan teman ... ?


Dan tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang setia. Jadi bagaimana pun dan seperti apapun kemarahan, ketidaksenangan apa yang kamu rasakan dari orang lain saat kamu merasa benar-benar tidak ada kesalahan kepadanya tidaklah perlu kamu membalasnya sama. Karena bagi kamu yang membalasnya dengan hal baik sesungguhnya itu adalah untuk dirimu sendiri, dan bagi kamu yang membalasnya dengan kejahatan maka akan menimpa dirinya sendiri dan hanya kepada Tuhan-lah kita kembali.


Jadikan semua itu seperti harmoni yang selaras dan seimbang, yang melengkapi dari lawan sesuatu dari sesuatu yang ada. Kebencian dan kemarahan-memafkan keduanya menjadi hal yang melengkapai. Seperti halnya Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya, dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya begitulah ketentuan yangg maha perkasa lagi maha mengetahui.

Jumat, 08 April 2011

Teori Belajar Dienes Pembelajaran Matematika Kelas Lanjut

|0 comments

PENDAHULUAN

Mata Pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Matematika mengkaji benda abstrak (benda pikiran) yang disusun dalam suatu sistem aksiomatis dengan menggunakan simbol (lambang) dan penalaran deduktif (Sutawijaya, 1997 : 176). Matematika berkenaan dengan ide (gagasan-gagasan), aturan-aturan, hubungan-hubungan yang diatur secara logis sehingga matematika berkaitan dengan konsep-konsep abstrak, (Hudoyo, 1990:3). Sebagai guru matematika dalam menanamkan pemahaman seseorang belajar matematika utamanya bagaimana menanamkan pengetahuan konsep-konsep dan pengetahuan prosedural.

Salah satu untuk dapat memahami konsep-konsep dan prosedural, guru perlu mengetahui berbagai teori belajar matematika, unsur pokok dalam pembelajaran matematika adalah guru sebagai salah satu perancang proses, proses yang sengaja dirancang selanjutnya disebut proses pembelajaran, siswa sebagai pelaksanaan kegiatan belajar, dan matematika sekolah sebagai objek yang dipelajari dalam hal ini sebagai salah satu bidang studi dalam pelajaran.

Untuk mengawali penyampaian materi yang abstrak melalui konkret itu dapat berpedoman pada teori belajar Dienes. Pada teori belajar Dienes, ditekankan pembentukan konsep-konsep melalui permainan yang mengarah pada pembentukan konsep yang abstrak. Teori belajar Dienes ini sangat terkait dengan teori belajar yang dikemukakan oleh Piaget, yaitu mengenai teori perkembangan intelektual. Jean Piaget berpendapat proses berpikir manusia sebagai suatu perkembangan yang bertahap dari berpikir intelektual konkret ke abstrak berurutan melalui empat periode. Urutan periode itu tetap bagi setiap orang, namun usia atau kronologis pada setiap orang yang memasuki setiap periode berpikir yang lebih tinggi berbeda-beda tergantung kepada masing-masing individu. Dengan demikian teori belajar Dienes sangatlah cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika.


PEMBAHASAN


A. TINJAUAN SINGKAT TEORI BELAJAR DIENES

Zoltan P. Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap siswa-siswa. Dasar teorinya bertumpu pada Piaget, dan pengembangannya diorientasikan kepada siswa-siswa, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi siswa yang mempelajarinya.

Dienes berpendapat bahwa pada dasarnya matematika dapat dianggap sebagai studi tentang struktur, memisahkan hubungan-hubungan di antara struktur-struktur dan mengkategorikan hubungan-hubungan di antara sruktur-struktur. Seperti halnya dengan Bruner, Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. Ini mengandung arti bahwa jika benda-benda atau objek-objek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pelajaran matematika.

Yang dimaksud Dienes dengan konsep adalah stuktur matematika yang terdiri dari 3 macam konsep, yaitu konsep murni matematika (pare matematical concepts), konsep notasi (notation concepts), konsep murni matematika berkenaan dengan mengelompokan bilangan dan hubungan antara bilangan antara bilangan tanpa mempertimbangkan bagaimana bilangan itu disajikan, sedangkan konsep terapan adalah aplikasi konsep murni dan konsep notasi dalam pemecahan soal-soal matematika dan dalam bidang studi lain yang berhubungan.

Dienes juga percaya bahwa semua abstraksi yang berdasarkan pada situasi dan pengamatan konkret, prinsip penjelmaan bentuk (multiple embodiment principle) adalah suatu prinsip yang bila diterapkan oleh guru untuk setiap konsep yang diajarkan akan menyempurnakan penghayatan siswa terhadap konsep itu. Ada beberapa alasan mengapa untuk memahami suatu amanat perlu diberikan beranekaragam materi konkret sebagai model (representatif) konkret dari konsep itu.


1. Dengan melihat berbagai contoh siswa akan memperoleh penghayatan lebih benar. Misalnya ketika guru ingin mengajarkan konsep persegi, maka guru disarankan untuk menyajikan beberapa gambar persegi dengan ukuran sisi berlainan. Contoh lain ketika guru ingin mengajarkan siswa tentang konsep bilangan tiga kepada siswa, guru disaranakan menggunakan tiga mangga, tiga kelereng, tiga pensil, atau tiga benda konkrit lainnya. Contoh pada konsep lain misalnya ketika guru ingin mengajarkan siswa lebih memahami arti burung, dapat disajikan dengan berbagai macam burung. Siswa akan bertanya-tanya apakah kasuari itu burung? Apabila sehari-hari ia hanya mengenal burung perkutut yang ada di rumahnya, tentu pertanyaan tersebut akan muncul. Begitu pula ia akan lebih baik memahami konsep segitiga bila representatif segitiga itu ditunjukkan dengan gambar segitiga bidangyang mencakup beranekaragam jenis segitiga (segitiga lancip, tumpul, siku-siku, sama kaki, sama sisi, dan sembarang) tidak hanya satu macam saja.


2. Dengan banyaknya contoh ia akan lebih banyak menerapkan konsep itu kedalam situasi yang lain. Misalnya anak yang dalam belajar menentukkan luas suatu bidang akan dapat menerapkan konsep tersebut untuk mencari luas suatu lapangan.

Menurut Dienes, permainan matematika sangat penting sebab operasi matematika dalam permainan tersebut menunjukkan aturan secara konkret dan lebih membimbing dan lebih menajamkan pengertian matematika pada anak didik. Dapat dikatakan bahwa objek-objek konkret dalam bentuk permainan mempunyai peranan sangat penting dalam pembelajaran matematika jika dimanipulasi dengan baik. Menurut Dienes (dalam Ruseffendi, 1992:125-127), konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap tertentu, Dienes membagi tahap-tahap belajar menjadi beberapa tahap yaitu:


1. Permainan Bebas (Free Play)

Dalam setiap belajar, tahap yang paling awal dari pengembangan konsep berawal dari permainan bebas. Permainan bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktifitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan yang memungkinkan peserta didik mengadakan eksperimen dan memanipulasi benda-benda konkret maupun abstrak dari unsur-unsur konsep yang dipelajari itu. Tahap ini merupakan tahap yang penting sebab pengalaman yang pertama bagi peserta didik dalam berhadapan dengan konsep baru melalui interaksi dengan lingkungan yang mengandung representatif konkret dari konsep itu. Anak didik diberi kebebasan untuk mengatur benda. Selama permainan pengetahuan anak muncul. Dalam tahap ini anak mulai membentuk struktur mental dan struktur sikap dalam mempersiapkan diri untuk memahami konsep yang sedang dipelajari.

Misalnya dengan diberi permainan block logic, anak didik mulai mempelajari konsep-konsep abstrak tentang warna, tebal tipisnya benda yang merupakan ciri/sifat dari benda yang dimanipulasi.


2. Permainan yang Menggunakan Aturan (Games)

Tahap ini merupakan tahap belajar konsep setelah didalam periode tertentu permainan bebas terlaksana. Dalam permainan yang disertai aturan, siswa sudah mulai meneliti pola-pola keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. Anak didik mulai memperhatikan aturan-aturan tertentu yang terdapat dalam konsep (peristiwa-peristiwa) yang ada kalanya aturan-aturan itu berlaku untuk suatu konsep, namun tidak berlaku untuk konsep lain. Setelah anak didik itu mendapatkan aturan-aturan yang ditentukkan dalam konsep itu, anak didik siap untuk memainkan permainan itu. Mereka juga mengubah aturan-aturan yang dibuat pengajar dan membuat permainan sendiri. Dengan bermain anak didik mulai menganalisis struktur matematika. Menurut Dienes, untuk membuat konsep abstrak, anak didik memerlukan suatu kegiatan untuk mengumpulkan bermacam-macam pengalaman, dan kegiatan untuk yang tidak relevan dengan pengalaman itu.

Contoh dengan permainan block logic, anak diberi kegiatan untuk membentuk kelompok bangun yang tipis, atau yang berwarna merah, kemudian membentuk kelompok benda berbentuk segitiga, atau yang tebal, dan sebagainya. Dalam membentuk kelompok bangun yang tipis, atau yang merah, timbul pengalaman terhadap konsep tipis dan merah, serta timbul penolakan terhadap bangun yang tipis (tebal), atau tidak merah (biru, hijau, kuning).


3. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities)

Tahap ini berlangsung setelah memainkan permainan yang disertai aturan yang telah disebutkan tadi. Dalam melaksanakan permainan tahap kedua tadi (permainan yang menggunakan aturan), mungkin anak didik belum menemukan struktur yang menunjukkan sifat-sifat kesamaan yang terdapat didalam permainan-permainan yang dimainkan itu. Dalam mencari kesamaan sifat siswa mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. Untuk melatih dalam mencari kesamaan sifat-sifat ini, guru perlumengarahkan mereka dengan menstraslasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan lain. Translasi ini tentu tidak boleh mengubah sifat-sifat abstrak yang ada dalam permainan semula.

Contoh kegiatan yang diberikan dengan permainan block logic, anak dihadapkan pada kelompok persegi dan persegi panjang yang tebal, anak diminta mengidentifikasi sifat-sifat yang sama dari benda-benda dalam kelompok tersebut (anggota kelompok).


4. Permainan Representasi (Representation)

Representasi adalah tahap pengambilan sifat dari beberapa situasi yang sejenis. Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu. Setelah mereka berhasil menyimpulkan kesamaan sifat yang terdapat dalam situasi-situasi yang dihadapinya itu. Representasi yang diperoleh ini bersifat abstrak, dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abstrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari.

Contoh kegiatan anak untuk menemukan banyaknya diagonal poligon (misal segi dua puluh tiga) dengan pendekatan induktif seperti berikut ini.

Segitiga Segiempat Segilima Segienam Segiduapuluhtiga

0 diagonal 2 diagonal 5 diagonal ... diagonal ... diagonal


5. Permainan dengan simbolisasi (Symboloization)

Simbolisasi termasuk tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan representasi dari setiap konsep-konsep dengan menggunakan simbol matematika atau melalui perumusan verbal. Kalau perlu, pengajar dapat mengarahkan anak didiknya dalam memilih simbol yang cocok. Misalnya dari suatu permainan dapat dinyatakan (secara verbal) bahwa hasil kali dua bilangan negatif adalah bilangan positif.

Sebagai contoh, dari kegiatan mencari banyaknya diagonal dengan pendekatan induktif tersebut, kegiatan berikutnya menentukan rumus banyaknya diagonal suatu poligon yang digeneralisasikan dari pola yang didapat anak.


6. Formalisasi (Formalization)

Formalisasi merupakan tahap belajar konsep yang terakhir. Dalam tahap ini siswa-siswa dituntut untuk mengurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut, sebagai contoh siswa yang telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma, harus mampu merumuskan teorema dalam arti membuktikan teorema tersebut.

Contohnya, anak didik telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma, harus mampu merumuskan suatu teorema berdasarkan aksioma, dalam arti membuktikan teorema tersebut.

Pada tahap formalisasi anak tidak hanya mampu merumuskan teorema serta membuktikannya secara deduktif, tetapi mereka sudah mempunyai pengetahuan tentang sistem yang berlaku dari pemahaman konsep-konsep yang terlibat satu sama lainnya. Misalnya bilangan bulat dengan operasi penjumlahan peserta sifat-sifat tertutup, komutatif, asosiatif, adanya elemen identitas, dan mempunyai elemen invers, membentuk sebuah sistem matematika. Dienes menyatakan bahwa proses pemahaman (abstraction) berlangsung selama belajar. Untuk pengajaran konsep matematika yang lebih sulit perlu dikembangkan materi matematika secara kongkret agar konsep matematika dapat dipahami dengan tepat.

Berhubungan dengan tahap belajar, suatu anak didik dihadapkan pada permainan yang terkontrol dengan berbagai sajian. Kegiatan ini menggunakan kesempatan untuk membantu anak didik menemukan cara-cara dan juga untuk mendiskusikan temuan-temuannya.

Dienes (dalam Resnick, 1981: 120) menyatakan bahwa proses pemahaman (abstraction) berlangsung selama belajar. Untuk pengajaran konsep matematika yang lebih sulit perlu dikembangkan materi matematika secara konkret agar konsep matematika dapat dipahami dengan tepat. Dienes berpendapat bahwa materi harus dinyatakan dalam berbagai penyajian (multiple embodiment), sehingga anak-anak dapat bermain dengan bermacam-macam material yang dapat mengembangkan minat anak didik. Berbagai macam penyajian materi (multiple embodiment) dapat mempermudah proses pengklasifikasian abstraksi konsep.

Menurut Dienes, variasi sajian hendaknya tampak berbeda antara satu dan lainnya sesuai dengan prinsip variabilitas perseptual (perseptual variability), sehingga anak didik dapat melihat struktur dari bebagai pandangan yang berbeda-beda dan memperkaya imajinasinya terhadap setiap konsep matematika yang disajikan. Dengan demikian, semakin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu, semakin jelas bagi anak dalam memahami konsep tersebut.

Langkah selanjutnya, menurut Dienes, adalah memotivasi anak didik untuk mengabstraksikan pelajaran tanda material konkret dengan gambar yang sederhana, grafik, peta dan akhirnya memadukan simbol-simbol dengan konsep tersebut. Langkah-langkah ini merupakan suatu cara untuk memberi kesempatan kepada anak didik ikut berpartisipasi dalam proses penemuan dan formalisasi melalui percobaan matematika. Anak didik pada masa ini bermain dengan simbol dan aturan dengan bentuk-bentuk konkret dan mereka memanipulasi untuk mengatur serta mengelompokkan aturan-aturan. Masa ini anak didik menggunakan simbol-simbol sebagai objek manipulasi dan mengarah kepada struktur pemikiran-pemikiran matematika yang lebih tinggi. Anak harus mampu mengubah fase manipulasi konkret, agar pada suatu waktu simbol tetap terkait dengan pengalaman konkretnya.


B. APLIKASI TEORI BELAJAR ZOLTAN P. DIENES

1. Hukum Kekekalan Bilangan (6-7th)

“Banyak benda akan tetap meskipun letaknya berbeda-beda”.

  1. Hukum Kekekalan Materi (7-8th)

“banyak pasir/air tetap walau dipindahkan ke tempat/wadah yang lain”.

contoh: peristiwa bejana di isi pasir/air

  1. Hukum Kekekalan Panjang (8-9th)

contoh: dua tali yang sama panjang

  1. Kekekalan Luas (8-9th)

“luas daerah yang ditutupi suatu benda akan tetap sama meskipun letak bendanya diubah”

  1. Hukum Kekekalan Berat (9-10th)

“berat benda akan tetap meskipun bentuk, tempat dan alat timbangan benda tersebut berbeda-beda”

  1. Hukum Kekekalan Isi (14-15th)

“suatu bak yang berisi penuh air dimasukkan suatu benda, maka air yang ditumpakah sama dengan isi benda yang dimasukkannya.


C. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEORI ZOLTAN P. DIENES

  1. Kelebihan teori belajar Dienes

a. Dengan menggunakan benda-benda konkret, siswa dapat lebih memahami konsep dengan benar.

b. Susunan belajar akan lebih hidup, menyenangkan, dan tidak membosankan.

c. Dominasi guru berkurang dan siswa lebih aktif.

d. Konsep yang lebih dipahami dapat lebih mengakar karena siswa membuktikannya sendiri.

e. Dengan banyaknya contoh dengan melakukan permainan siswa dapat menerapkan kedalam situasi yang lain.


  1. Kelemahan teori belajar Dienes

a. Tidak semua materi dapat menggunakan teori belajar Dienes, karena teori ini lebih mengarah kepermainan.

b. Tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama.

c. Bila pengajar tidak memiliki kemampuan mengarahkan siswa maka siswa cenderung hanya bermain tanpa berusaha memahami konsep.


Sabtu, 02 April 2011

Women

|0 comments
Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya menyebutkan perempuan sebagai "WOMEN", yaitu wellbeing, optimis, multitasking, entreprenuer, dan networker. Menjadi "WOMEN" membuat perempuan mampu menjalani berbagai peran dari berbagai siklus kehidupannya. Lima kekuatan ini (WOMEN) didapat dalam diri setiap perempuan dalam berbagai siklus yang berbeda.


Women manjadi pejuang kehidupan dari segala situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Dari awal remaja, berpetualan, menjacari kebahagian sejati dan beradaptasi dengan kehidupan keluarga dan tetep bertahan dengan kondisi sekitar yang terkadang tidak ingin dihadapi meski terkadang harus meneteskan air mata. Yakinlah bahwa women telah terbukti sebagai perempuan tangguh dalam manjalani setiap perannya. Semangat untuk kamu-kamu perempuan yang tangguh.

Senin, 21 Maret 2011

Tentang FTV

|0 comments
Bercerita sedikit tentang FTV yang aku tonton di salah satu stasiun swasta. Judulnya 3 Hati, 1 Cinta. Entah apa maksud dari judul itu dengan jalan ceritanya. Film yang aku temui tak sengaja itu terus memancing penasaranku. Baru sekali main, kiranya ini sudah bisa aku tebak. Iya, ini hampir sama dengan kisah cinta yang dikemas secara islami. Waah rupa-rupanya Indonesia sedang kesemsem dengan model cerita yang seperti ini. Belajar memang tak harus di sekolah, begitu juga dengan mengaji. Banyak sekali tayangan-tayangan yang mengajak kita mengenal agama lebih dekat. Sinetron juga sudah banyak di produsi dan di kemas dengan apik. Media yang semakin canggih juga memudahkan kita mengakses berbagai informasi yang ingin kita cari. Begitu mudah dan murah.

Kembali tantang film televisi, cerita ini serupa dengan film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta. Judulnya saja serupa, tapi memang tak sama. Jika di Film 3H 2D, 1C, mungkin penonton akan merasa "nggantung" karena cerita ini berakhir dengan "Lihat Saja Nanti" >> memang kita takkan pernah tahu dengan apa yang terjadi kelak dengan rencana Tuhan (1 Cinta Hanyalah Untukmu). Meski dihadapkan dengan kehidupan yang berbeda, mungkin derajat kehidupan, dua agama yang berbeda diantara dua insang manusia yang dianugerahkan rasa sayang ( 2 Dunia yang dianggap berbeda tidak akan pernah ada, karena manusia semua sama dihadapan Tuhan). Lain lagi kita akan pasti dihadapkan dalam kebimbangan ketika datang tiga atau lebih pilihan datang dengan segala kebaikan yang berbeda, seolah hati ini ragu. Tapi karena Tuhan-lah akan menjawab setiap pertanyaan dan doa-doa kita di setiap saat. Pastilah dia menyatukan hati diantara kita dengan kehendak-Nya. Lihatlah Nanti pada Saat Mendekati Mimpi, Semua akan datang dengan segala keindahan. Amin...

Cerita 3 Hati, 1 Cinta ini hampir sama tetapi malah menurutku malah ini lebih sedikit lebay. Di ending cerita ini salah dua dari satu wanita yang dekat dengan salah satu pria ini malah meninggal karena tertabrak mobil ketika akan bertemu dengan pria dan wanita B itu. Pria ini sudah bekerja dan orang kaya. Kebetulan dia bersahabat dengan wanita B, yang kala itu dia menjadi tukang ojeg dengan gaya tomboy-nya. Wanita B ini ternyata punya sahabat yaitu wanita A yang berada di kota lain. Sewaktu dia pergi berlibur ke kota B dan pria itu ternyata barulah diketahui. Karena tidak tahu, dan tidak seperti di film-film anak muda modern, mereka bermusyawarah, bercerita dengan baik, berdoa >>> Tuhan-lah yang berkehendak. Tamat deh .....

Padahal aku penasaran banget dengan film ini yang aku harap akan lebih menjawab lebih dari film 3H 2D 1C, tapi ternyata begitu ..
huft ...huft ... ya sudah lah memang mungkin hanya itu jawabnya :-)

Recent Posts

Text