Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Cerita Ceria Cinta Delapan H

|0 comments
Kumpulan cerita ada banyak disini. Dari satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, hingga tiga tahun lebih menulisnya bersama, disini, di Cerita Ceria Cinta Delapan H




Kesan pertama yang kurang begitu kompak dengan banyak perbedaan seperti bahasa, ras, suku, budaya, dan bahkan warna kulit, atau mungkin sampai warna kerudung, baju, ukuran sepatu, bahkan kisah plat motor yang pernah menjadi cerita lucu juga ada disini, di Cerita Ceria Cinta Delapan H



Terkadang hal-hal yang menjengkelkan juga ada disini. Rebutan teman, rebutan bahasa, rebutan budaya dan sirik satu sama lain. Untung gak sampe rebutan kerudung. Gak bisa dibayangin kalo temanku yang satu ini merebut kerudung diantara aku dan dia. Sungguh dahsyatnya!!!. Wo0Ow semua ada disini, di Cerita Ceria Cinta Delapan H

Kasus rebutan bahasa. Bahasa medhok (kiri), bahasa ngapak (tengah), bahasa gak jelas (kanan)





"Walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua"


yeeeah merdeka!!!!


belajar dimana pun dan kapan pun gak peduli tempatnya. . .



ngrayu dan nggombal. inilah dia jagonya . . .


  hobi foto-foto romantis

penggodaan massal

 jorok nih kaos kaki udah berapa lama gak dicuci hiii

foto romantis cover remaja #suram

  yang ini foto romantis akhwat dan ikhwan. aneh gak. gak banget deh mereka hahaha...


foto romantis ala korea ... (nah cewek yang satu ini hobi banget tentang film-film korea)

harus tetep %narzizzzz dong!!

Sabtu, 24 Desember 2011

Cinta, Jingga, dan Mimpi

|3 comments
Menatap lembayung di langit Wates
Dan ku sadari, betapa berharga kenanganmu

Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa ku raih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah ku ingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta..

Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa
Masih ku simpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk hatiku


Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga..

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga.....

Hingga masih bisa ku jangkau cahaya
Senyum yang menyalakan asa diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi...

Oleh: Dyah Puspita Sari

Selasa, 20 Desember 2011

Harmoni Indonesia dari PGSD untuk Pendidikan

|0 comments
Setiap gerak memiliki makna,, setiap jiwa pasti menyatu dan mampu tuk merasakannya..
Hari ini tugas kulian Seni Tari dan Drama telah usai. Pesiapan yang matang dalam waktu kurang lebih dua bulan memang telah menguras banyak energi baik pikiran, perasaan, dan tenaga. Kegembiraan selalu senantiasa tercurahkan disetiap gerak langkah tari dan dialog drama yang menyatu tanpa naskah sebagai wujud ekspresi jiwa. Penonton bertepuk tangan serempak seketika dengan kompaknya mengikuti gerak langkahku. Tak terlewatkan pula untuk sahabat seperjuanganku yang senantiasa setia disetiap waktu menggerakkan penaku untuk mengisi hari-hari yang indah bersamamu. Mengisi kejenuhan dengan bernyanyi, bercanda, dan gila-gilaan yang tiada pernah membuatku bosan dan tiada pernah untuk tidak tertawa karena tingkahmu Kan terukir indah dalam masa-masa yang tak pernah terlewatkan. Ini sangat menyenangkan bagiku. Semoga belajar melalui seni ini akan menjadi harmoni yang indah seperti harmoni  Indonesia yang senantiasa akan kita berikan baik saat ini sampai kelak menjadi guru untuk pendidikan, semangat !!

Selasa, 22 November 2011

Kematian

|0 comments

Kehidupan tak selamanya abadi. Seperti bunga dan pohonnya yang tidak selamanya indah dan ceria dengan warnanya. Musim demi musim akan datang dan pergi silih berganti di sepanjang waktu menggantikan pohon yang tua dan renta, menggantikan mahkota bunga satu demi satu yang saling berguguran. Demikian pula dengan manusia. Dilahirkan, hidup, dan berujung pada kematian. Tidak jarang sampai usia yang lama, maka kembalilah manusia kepada sang pencipta. Dengan waktu yang tidak diketahui dan ditentukan. Dengan seketika dan cepat yang tiada pernah disangka.

Ketika sang malaikat pencabut nyawa itu hadir untuk melaksanakan tugasnya, sungguhlah manusia tidak pernah akan bisa untuk menolaknya. Hari ini aku pastinya merasa sedih. Begitu juga pastinya yang dirasakan sahabatku. Merasakan betapa sakitnya kehilangan orang tua yang sangat dicintainya. Meskipun Tuhan dan Malaikat tahu dia menangis dan terus berdoa, tapi semua takkan merubah keputusan-Nya. Dia pun tetap melaksanakan apa yang menjadi ketetapan-Nya, malaikat pun tetap menjalankan tugasnya. Karena Tuhan-lah penentu dan penguasa segalanya. Maka setiap waktu rasa syukur seharusnya takkan pernah terlewatkan, karena sesungguhnya karunia-Nya amat dekat disetiap waktu.

Apalah yang akan aku lakukan jika orang-orang yang aku sayangi pergi dari sampingku. Orang tua sebagai orang terpenting dalam hidup tiada pernah letih berdoa di siang malam, memotovasi, menginspirasi dan menenangkan jiwa disetiap usaha dan doa-doaku. Mungkin aku akan kehilangan arah lagi.

Sahabatku, sesungguhnya segala sesuatu adalah miliknya yang pasti akan kembali pada-Nya, titipkan doa dariku dan sahabat yang lain, semoga Tuhan menerima semua amal kebaikannya dan memaafkan kesalahannya dan menempatkannya disisi-Nya dengan indah, dan diberikan kesabaran untukmu dan keluarga di rumah.


Jumat, 05 Agustus 2011

Pantai dan Pantai

|0 comments

Karena sang senja pasti akan merangkak jauh. Hari kemudian akan gelap. Terkadang membuatku tenggelam dalam kesedihan. Mungkin demikian sama dengan mereka yang terkadang terdramatisir kesedihan dengan latar belakang matahari senja, begitu menggetarkan.


Mungkin manusia itu memang kumpulan kesedihan. Kesedihan itu sedikit hilang ketika kehadiran sahabat-sahabat yang menentramkan hati mengisi hari menjadi orang paling memahami dan mengerti segalanya. terkadang melebihi pengertian orang tua uppsss. Dia bagaikan makanan, bukan penyakit apalagi sekedar obatnya.




Barang kali kenangan adalah keindahan abadi yang dimiliki manusia. Sepenggal peristiwa manis atau pahit begitu indah dalam bingkai kenangan.






Terkadang sampai lupa waktu. Tapi ini seru !!!



Karena pantai selalu memberi hadir dengan keindahan. Karena pantai mampu menghilangkan kepenatan. Karena pantai hanya menyenangkan ketika dihadiri dengan teman-teman dekat. Rasanya menentramkan. Membagi cerita bersama deru angin yang kencang, lambaian nyiurnya memberikan semangat untuk bertahan. Awan yang cerah, karang-karang di lautan, dan sang fajar yang mulai merangkak menjauhkan pancaran sinarnya dariku.



Senin, 11 Juli 2011

Kata Ajaib

|0 comments
Ada secercah cahaya pagi masuk ke dalam kornea mataku. Sempat masuk dan aku terima dengan baik lalu aku terjemahkan dengan cepat. Barang kali benar-benar tak sampai satu detik mungkin sudah aku jawab. Tidak loading dan lambat, sesegera terjawab seperti reflek yang tidak terjamah oleh otak. Bukan suatu teori tapi tentang suatu kesimpulan mendasar. Sepertinya ini sebuah lelucon, tapi tidak juga mengocok perut sampai terpingkal-pingkal. Hanya saja hati kecilku tersenyum manis saja, karena sepertinya aku tidak pantas tertawa apalagi sampai terpinkal-pingkal. Sungguh tak mungkin aku lakukan. Kata-kata yang indah yang seharusnya tidak terangkai dan hanya menjadi rangkain yang tak berarti. Tidak tergambarkan dan tidak bernilai. Hanya omong kosong dan kemunafikan. Sungguh menggelikan. Tapi aku tak ingin begitu. Aku ingin merangkainya dengan ketulusan dan kelak Dia yang menjawabnya dengan ramah.

Sesuatu yang tidak akan pernah berubah karena kata dan hati bukan menjadi satuan kata-hati yang sempurna menjadi satu kata indah dari gabung keduanya. Bila saat ini aku berada dalam taman mimpi pasti semua ini takan pernah berubah. Bila aku berada disana sekarang pun tak perlu aku bayangkan dan tak perlu aku renungkan karena semua takkan berubah. Hanya karena sebuah taman mimpi.

Cobalah berpaling . .
Karena ini hanya taman mimpi, taman langit . . . .
Semua takkan berubah . . .
Sampai kapan pun ini taman langit tentang mimpi-mimpiku . . .
Dalam gelap terang pun semua takkan berubah . . .
Karena ini hanya taman mimpi dan pasti semua takkan pernah berubah . . .
Meskipun hanya taman mimpi tapi biarlah, aku punya hak untuk itu,,kelak Tuhan akan memeluk mimpi-mimpiku dan mimpi-mimpimu, untukku, untukkmu, sahabat, cita dan cinta amin . . .

Minggu, 10 April 2011

What Wrong with Me ??

|0 comments

Hai Kamu,,pernahkan merasakan kejahatan ??? ah bukan itu yang aku maksud, terlalu seolah suatu kekerasan yang sadis. Mungkin lebih baiknya pernahkan kamu meras sakit hati ??? ups lebih-lebih ini juga sepertinya masih kurang tepat. Jadi mungkin begini saja, pernahkan kamu merasa kesal ?, dongkol ?, dan benar-benar ingin marah ?. Mengesalkan sekali !, sangat mengesalkan ketika perlakuan kita tak ada yang salah tapi sesorang di sana aneh sekali dengan tingkahnya dan membuat jengkel sendiri yang tiba-tiba menjadi korban. Tahukah kamu bahwa marah itu membuat kita lelah dan tidak ada manfaatnya. Begitu banyak saluran syaraf yang bekerja ketika kita marah. Jadi sebenarnya buat apa marah-marah tanpa sebab ? Belum lagi si korban penyeban kemarahan, kasihan sekali dia, tidak tahu apa-apa malah kena semprot.


Kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Bagaimana dengan pendapatmu ? karena marah membuat mood jadi tidak baik, malas bekerja, otak sulit berpikir apalagi untuk menyelesaikan masalah.Selain hati ini menjadi berat dan gelisah, masalah itu sendiri pun tidak juga ditemukan titik terangnya. Rugi bukan main kan teman ... ?


Dan tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang setia. Jadi bagaimana pun dan seperti apapun kemarahan, ketidaksenangan apa yang kamu rasakan dari orang lain saat kamu merasa benar-benar tidak ada kesalahan kepadanya tidaklah perlu kamu membalasnya sama. Karena bagi kamu yang membalasnya dengan hal baik sesungguhnya itu adalah untuk dirimu sendiri, dan bagi kamu yang membalasnya dengan kejahatan maka akan menimpa dirinya sendiri dan hanya kepada Tuhan-lah kita kembali.


Jadikan semua itu seperti harmoni yang selaras dan seimbang, yang melengkapi dari lawan sesuatu dari sesuatu yang ada. Kebencian dan kemarahan-memafkan keduanya menjadi hal yang melengkapai. Seperti halnya Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya, dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya begitulah ketentuan yangg maha perkasa lagi maha mengetahui.

Sabtu, 19 Februari 2011

Sahabatku

|0 comments
Malam ini aku merasa sendiri dan sepi ...
Menyelimuti malam yang sepi tanpa penghuni ...
Mencairkan malam bagai suatu keramaian ...
Menopang malam yang gelap meski tak mampu bertahan ...

Tenggorakanku sakit sekali menahan dinginnya ..
Tapi tubuhku tak kuat dengan panasnya ...
Mataku perih sekali menatapnya ...
Tapi aku merasa sendiri dan sepi ...

Cahayanya begitu membosankan ...
Letak alfabennya pun tak tergantikan ...
Mataku pun sesungguhnya lelah bersinar...
Tapi aku merasa sepi dan sendiri ...

Kapan aku tak menagis ??
Ya, saat ini ....
Karena kau kini aku tersenyum
melihat gambarmu dalam bayangan manis gulali ...
Tapi mataku belum terpejam ..
Karena aku merasa sepi dan sendiri ...

Daftar laguku telah habis..
Tapi mataku masih belum terpejam ...
Karena aku merasa sepi dan sendiri ...

Ku bernyanyi disini...
Lagu khusus untukmu sahabatku ..
Terkadang lebih dari kekasih ..
Lebih mengenal aku sahabatku ...

Dialah sahabatku
Ada kapan pun itu ...
Beda sahabat
Tak seperti mantan
Yang manis ketika masih pacaran ...

Dia sahabat
Penyemangat aku
Jadilah penopang sayapku

Aku bernyanyi disini
Lagu khusus untukmu sahabatku

Beda sahabat
Tak seperti mantan
Yang manis ketika masih pacaran ...





Jumat, 04 Februari 2011

Dari Sundak Menuju Bukit Bintang

|0 comments




Sundak, sebuah pantai di wilayah kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di desa Sidoharjo kecamatan Tepus. Berada di jajaran pantai selatan berderet dengan pantai Kukup, Krakal, Drini, Sepanjang dan Pantai Baron. Pemandangan alam yang sangat indah melengkapi pemandangan-pemandangan alam lainnya yang ada di Indonesia. Kekuasan Tuhan yang tiada pernah tertandingi, tak mampu menandingi keindahan alam buatan manusia. Ya, karena manusia seharusnya tak pernah berhenti bersyukur atas segala apa yang ada di bumi ini. Mensyukuri tanpa merusak itu akan lebih baik, daripada tidak mesyukuri ditambah lagi merusak bahkan tidak ikut menjaga dan melingungi keindahan alam yang begitu murahnya sampai mata kita pun mampu melihatnya.


Lembaran pasir putih yang terhampar di sepanjang bibir pantai, menanti sapaan hangat yang ramah dari ombak yang berlarian mengharapkan sapaan salam pertama bak rindu yang teramat dalam untuk kami yang selalu mencoba mensyukuri keindahan alam ini. Memberikan kenyamanan mata yang memandang. Semilir angin membelai dedaunan melambai di ujung dahan-dahan yang tumbuh mengitari pantai menyejukkan hati para pencari kedamaian.


Hamparan bibir pantai bak senyum lengkung indahnya, karang-karang mungil tempat bermain biota laut nan menggemaskan. Karang yang berdiri kokoh seolah penjaga Pantai Sundak nan kokoh dan pemberani. Perbukitan kapur di latar belakang pantai yang menjulang menambah keelokan pertemuan laut dan daratan pesisir selatan pulau Jawa.


Sundak, yang bermula dari pertarungan antara antara Asu (dalam bahasa Jawa); Anjing (dalam bahasa Indonesia) dan Landak. Pergelutan yang meninggalkan jejak bagi penduduk sekitar akan adanya sebuah gua dengan sumber air tawar di dalamnya memberikan kesan yang tak terlupakan samapai pada detik ini.


Nama Sundak ternyata mengalami evolusi yang bukti-buktinya bisa dilacak secara geologis. Di bagian pinggir barat pantai terdapat masjid dan ruang kosong yang sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sementara di sebelah timur terdapat gua yang terbentuk dari batu karang berketinggian kurang lebih 12 meter. Memasuki gua, akan dijumpai sumur alami tempat penduduk mendapatkan air tawar.


Wilayah yang diuraikan di atas sebelum tahun 1930 masih terendam lautan. Konon, air sampai ke wilayah yang kini dibangun masjid, batu karang yang membentuk gua pun masih terendam air. Seiring proses geologi di pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah di dekat masjid akhirnya menjadi daratan baru yang kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk aktivitas ekonominya hingga saat ini.


Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut yang akhirnya menjadi titik tolak penamaan pantai ini. Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah).


Perubahan nama berlangsung beberapa puluh tahun kemudian. Sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Siang hari, seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut dan keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak.


Tak disangka, perkelahian itu membawa berkah bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak. Setelah mencoba menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar. Jadilah kini, air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air laut.


Jika dikatakan kondisi tahun 1930 saja seperti yang dikatakan di atas, dapat diperkirakan kondisi ratusan tahun sebelumnya. Tentu sangat banyak organisme laut yang memanfaatkan bagian bawah karang yang kini menjadi gua dan wilayah yang kini menjadi daratan. Karenanya, banyak arkeolog percaya bahwa sebagai konsekuensi dari proses geologis yang ada, banyak organisme laut yang tertinggal dan kini tertimbun menjadi fosil. Soal fosil apa yang ditemukan, memang hingga kini belum banyak penelitian yang mengungkapkan.


Selain menawarkan saksi bisu sejarahnya, Sundak yang menawarkan suasana malam yang menyenangkan. Menikmati angin malam dan bulan sambil memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai bersama teman seperti halnya saya dan kawan-kawan yang menikmati ikan bakar dan ikan goreng, dengan cah kangkung hijau yang lezat dilengkapi dengan sambal hijau dan sambal kecap manis terasa lengkap ketika penawarnya disajikan dengan percuma yaitu teh manis yang hangat yang kemudian diperhias dengan suasana malam yang semakin gelap dengan cahaya lampu dari sisi pantai yang begitu romantis.


Menyusuri jalan yang berkelok-kelok dengan perasaan takut sesak ramai dipenuhi kendaraan besar. Aku yang tidak terbiasa mengendarai motor dengan jalan yang selama kurang lebih dua jam dengan mengendarai roda dua itu jarang sekali ditemukan jalan datar. Meskipun demikian, sesampainya disana aku sangat senang. Aku kabarkan kepada semuanya, kepada karang, kepada ombak, kepada matahari, kepada angin, kepada pepohonan hijau, dan kepada pasir yang tak ingin dia membiarkanku pergi, serta kepada air laut yang jernih membasuh menyejukkan tubuh yang penuh dengan kepenatan.


Sungguh hari ini merasa senang dan segar kembali. Sahabat yang meemaniku rasanya mereka sangat mengerti apa yang sedang aku rasakan. Aku pun merasa bersyukur sampai saat ini Tuhan memberiku kesempatan dengan pendengaranku, penglihatanku dan kemampuanku untuk menjumpai pantai ini.


Perjalanan berlanjut dan berhenti sejenak di “Bukit Bintang” di pertengahan lamanya perjalan yang aku tempauh dari pertama hingga aku bisa merebahkan badanku di rumah keduaku ini. Antara pukul 20.40 WIB aku seolah berada di angkasa. Berada ditengah-tengah kilauan cahaya bintang yang memancar keseluruh tubuhku. Panorama indah ini kami temukan di atas bukit dengan lampu-lampu kota yang berserakan, berkedip seolah seperti bintang yang begitu dekat denganku, dan berharap aku mampu memetiknya dan membawa pulang untuk menemani tidurku saat gelap datang. Tidak begitu lama karena waktu yang semakin larut, aku pun kembali unuk menyusuri jalan dan kembali pulang dengan aktivitas rutin.


Belajar dari alam yang indah, seperti belajar dengan ditemani coklat yang manis dan takkan pernah bosan. Menjadikan semua sebagai pelajaran yang patut untuk dibenahi, disyukuri dan dijaga. Semoga akan aku temui kekayaan alam lainnya dengan kesempatan untuk memandang keindahan-keindahan-Mu yang lain.

Minggu, 23 Januari 2011

PERSEMBAHAN UNTUK BUNDA

|0 comments

maafkan aku bunda...

atas ucapanku yang menyakitimu

atas sikapku yang mengecewakanmu

atas perbuatanku yang menyusahkanmu

atas mauku yang selalu menuntutmu



maafkan aku bunda......

jika selama ini aku belum bisa buatmu bahagia

jika selama ini aku belum bisa jadi yang kau pinta

tapi sungguh bunda........

AKU SANGAT SAYANG padamu



Aku berjanji,

suatu saat nanti

aku akan bawa kebahagian pada'mu

aku akan jadi anak kebangganmu

dan akan aku katakan pada seluruh dunia

bahwa,

engkaualah BUNDA terbaikku..


oleh Fifit NTu FitRi pada 21 Januari 2011 jam 11:47

Jumat, 14 Januari 2011

Sahabat Kecilku

|0 comments
Kau jauh melangkah
melewati batas waktu
menjauh dariku...
Akankah kita berjumpa kembali?


Sahabat kecilku,
masihkah kau ingat aku?
Saat kau lantunan
segala cita dan tujuan dunia...


Tak ada satu pun masa
seindah saat kita bersama...
Bermain-main hingga lupa waktu
Mungkinkah kita kan mengulangnya...


Tiada lagi tawamu
yang selalu menemaniku sedihku...
Tiada, lagi candamu
yang selalu menghibur
disaat aku lara ...


Bila malam tiba
ku selalu mohonkan doa..
Menjaga jiwamu
hingga suatu masa bertemu lagi ...


Sahabat kecilku
Aku merindukanmu...

Rabu, 12 Januari 2011

Gelap dalam Terang

|0 comments










Selasa, 16 November 2010

Hidup adalah Pendakian

|0 comments

"Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek …

aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek …aku mau menyontek saja!

aku capek. sangat capek …


aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! …

aku capek, sangat capek … aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung …aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati …


aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku …

aku capek ayah, aku capek menahan diri …aku ingin seperti mereka…

mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! .. ”

sang anak mulai menangis…


Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata

” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu ”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak

kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang …

lalu sang anak pun mulai mengeluh


” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” …

sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang …


“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini !”

sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“ Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah …?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu ”


” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”


” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi … ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri … maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri … seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya … maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang … maka kau tau akhirnya kan?”


” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya. “Ayah, ayah” kata sang anak…“Ada apa?” tanya sang ayah…..“aku capek, sangat capek …aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek …aku mau menyontek saja!aku capek. sangat capek …aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! …aku capek, sangat capek … aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung …aku ingin jajan terus! …aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati …


...aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku …aku capek ayah, aku capek menahan diri …aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! .. ”sang anak mulai menangis…Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu ”, lalu sang ayah menarik tangan sang anakkemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang …


lalu sang anak pun mulai mengeluh” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” …sang ayah hanya diam.Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang


…“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini !”sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.“ Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah …?”” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu ”” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”” Nah, akhirnya kau mengerti”” Mengerti apa? aku tidak mengerti””


Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ””


Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi … ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri … maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri … seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya … maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang … maka kau tau akhirnya kan?”” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar ”Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya. 


oleh Paranggi Resmoko Sinaga pada 15 November 2010 jam 10:21

Minggu, 24 Oktober 2010

Terima Kasih Sahabatku

|0 comments
Sangat sulit mencari sesuatu yang bernama SAHABAT karena itu bagi siapapun yang sudah menemukan sesuatu yang bernama Sahabat harap jagalah hubungan itu, rekatkan ikatannya jangan sampai terputus tali ikatannya sungguh bersyukur mereka yang telah menemukan sesuatu yang bernama SAHABAT.

Wahai Sahabat tetaplah menjadi sahabatku, yang senantiasa menasehatiku, yang senantiasa merelakan waktumu untuk mendengarkan keluh kesahku, yang senantiasa memberiku semangat, yang senantiasa mensupportku untuk selalu maju menjadi yang terbaik, yang senantiasa mengingatkanku disaat aku lalai.

Wahai Sahabat terima kasih atas segala kebaikan akhlaqmu, terima kasih atas segala nasihat-nasihatmu, terima kasih atas segala semangat dan dukungan yang senantiasa kau berikan kepadaku, terima kasih atas segala peringatanmu, terima kasih atas segala waktumu, terima kasih karena telah mau menjadikan diri ini sebagai sahabatmu, terima kasih atas segala yang kau berikan untukku, terima kasih untukmu sahabat.

Wahai sahabat kutahu banyak kesalahan yang tanpa kusadari dan tanpa kusengaja telah kulakukan dan kutahu pula banyak kekeliruan yang tanpa sadar telah terlontar dari lisanku yang mungkin tanpa kutahu telah menyinggung dan menyakiti perasaanmu, sahabat kuharap maafmu atas segala kesalahan dan kekeliruan yang telah kuperbuat. Maafkanku Sahabat.........

Ya Allah jagalah sahabatku, lindungilah ia dengan perlindunganMu, kuatkanlah pancang kakinya agar selalu teguh berada dijalanMu, kuatkanlah jasadnya dengan segala anugerahMu, kuatkan ruhnya dengan ruhMu, buat ia tersenyum, semangat dan istiqamah dijalanMu, ya Allah izinkanlah kami kelak bisa bertemu di surgaMu. Amiin



Persahabatan...Bukan sesuatu yang anda pelajari disekolah. Tetapi jika anda tidak mempelajari arti persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apapun.
Tetapi persahabatan sangat berharga, tidak hanya dalam perbedaan, tetapi dalam kegembiraan kehidupan dan terima kasih kepada yang menolong urusan yang lebih besar adalah bagian dari kehidupan yang terang benderang.
Saya tidak membutuhkan teman yang berubah ketika saya berubah dan orang yang mengangguk ketika saya mengangguk; bayanganku bisa berbuat lebih baik.

By si Gonjreng (Nimas Rahmawati) pada 23 Oktober 2010 jam 2:28

Recent Posts

Text