Ngarep menjadi penulis terkenal sih memang ada. Tapi berniat menjadi orang terkenal rasa-rasanya enggak deh. Aku yang cenderung menjadi orang pemalu sepertinya cocok sekali bukan?? bagaimana pendapat kalian?? Aku terkadang merasa bingung melihat murid-murid yang lucu, kecil dan imut itu kenapa menjadi murid yang pemalu, padahal rancangan pembelajarannya sudah mengajak mereka untuk aktif.
Setelah dipikir-pikir lagi dengan murid aktif, njuk gurunya ngapa ya??
Metode pembelajaran CTL ("Catet Tinggal Lunga") MUNGKIN cocok?? heheheh ini hanya becanda teman ...
Orang pemalu itu baiknya gimana ya .....//
Waah nek ngomong pemalu, aku jadi pemenang deh. Tapi enggak segitunya sih ...
Kembali kepada keinginan menjadi orang terkenal uupzz penulis terkenal maksudnya. Sebenarnya mau lah. Siapa coba yang tidak ingin dikenal karena tulisan-tulisannya yang baik, yang memberikan manfaat kepada orang lain, yang dikenang karena indah atau mungkin karena dapat dijadikan contoh-contoh yang berguna dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi kebahagian tersendiri jika hidupku menjadi bermanfaat untuk orang lain. Semoga dapat terwujudkan. Amin....
Wah sepertinya ini mulai keluar dari batas curahan hati, jadi curhat deh ...!! Keluar dari batas pembicaraan. Keinginan menjadi penulis terkadang dipandang orang laksana sastrawan yang sedang membacakan puisi. Ketika senang akan terlihat senang dan ceria, ketika sedih akan terlihat mimiknya yang mampu membawa penonton dalam haru biru kesedihan yang mendalam. Ketika sedang marah akan terlihat geramnya seperti singa yang mau memakan mangsanya. Seperti kepribadian ganda.
Kepribadian ganda seperti yang sempat aku dengar tentang beberapa sifatku. Orang bilang aku supel, ramah, baik hati, gaul, rendah hati, tidak sombong, jujur, dapat dipercaya, hemat, pintar, suka menabung, santun, penurut dengan orang tua, perduli dan sangat mencintai keluarga, serta perasan hati yang mudah tersentuh. Pokoknya segi kebaikan gitu deh hehe....
Tapi ada juga yang bilang kau itu pelit, cerewed, sombong, mau menang sendiri, perhitungan, cuek, gak nyambungan, cantik-cantik lola. Pokokmen nek itu dikatakan sama kalian huuuu sadis beud uuuiyy...
Bener kan, seolah-olah ada kepribadan ganda gimana gitu ...pusing mikirnya ...
Yang bilang aku punya sisi positif mungkin dia emang memiliki hati yang baik, septih salju kali ya,,atau seputih hatiku amin..( berusaha.com), tapi bagi mereka yang bilang kau dari sisi negatifnya itu, waduh jan bener-bener bikin sakit hati (orapikirsingpentingakumerasatidakmembuatkesalahan.com) jadi biarkan saja.
Bawa tidur-diiringi dengan musik-dimalam hari_______akhirnya hati ini lumer bagai coklat lezzat tiada tara------>>> kutemukan jawabnya yang sangat sederhana “karena tiap orang punya pandangan dan pendapat yang berbeda” tiwas mikir mumet sampe tua huuff.
Kira-kira didunia jurnalis apakah hukum inI berlaku nggak ya?, ketika tulisan seseorang dianggap bagus, indah atau bahkan sebaliknya? Barangkali penilaiannya juga terserah pada pendapat dan pandangan pembaca … apakah mau dibilang bagus atau mau dibilang buruk … monggo kerso. Karena aku sendiri menulis untuk freetime dan menulis apa yang aku sukai, tidak harus mengejar untuk menjadi pemenang dari orang lain.
1. Menggambar / Melukis
Menggambar merupakan kegiatan awal dari anak dalam berkarya seni rupa, sehingga kegiatan ini perlu diberikan kepada anak. Kegiatan menggambar / melukis di SD dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai pembuatan shet, pengembangan sket menjadikan karya lukis / gambar, menggambar dengan skema, memindahkan gambar dengan bantuan kisi-kisi dan menggambar ekspresi dengan cara memberikan gambar kepada siswa bagaimana seorang maestro (seniman) menggarapkannya mereka dari awal hingga akhir.
Bahan untuk diantaranya seperti kertas gambar, karton manila, kertas plikator, kertas merang, karton dan sebagainya. Selain itu bisa digunakan bahan yang sudah tak terpakai seperti kertas Koran, kertas bungkus dan lain-lain. Untuk bahan pewarna dapat digunakan cat air, cat minyak, cat poster, sumbo kue atau kalau tidak ada bisa menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti kunyit, buah tinta, daun jati dan sebagainya.
Teknik pembuatannya dapat dengan berbagai cara. Dari satu media atau bahan bisa dikembangkan untuk menciptakan pengalaman kegiatan yang bervariasi dan bisa dijadikan sebagai unit kegiatan eksplorasi dan atau eksperimentasi, media crayon misalnya bisa dilakukan dengan teknik pulasan, teknik kerik, teknik duser dan sebagainya.
2. Membentuk
Membentuk dapat dimaksudkan sebagai mengubah, membangun dan mewujudkan. Membentuk termasuk karya seni rupa trimatra, kegiatan membentuk bisa dijadikan sarana permainan anak-anak yaitu belajar sambil bermain. Kegiatan ini juga bisa digunakan untuk menyalurkan ekspresi pribadi anak-anak, serta untuk membina perkembangan kreativitas anak-anak.
Umumnya bahan yang dipergunakan untuk kegiatan membentuk adalah bahan-bahan lunak seperti tanah liat, plastisin, malam lilin, playdog dan sejenisnya. Tetapi dalam pengembangannya, selama tidak mengingkari maksud dari arti kata membentuk tadi, dapat dipergunakan bahan-bahan lain seperti kertas, karton atau bahan-bahan lembaran yang sekiranya dapat dibentuk.
Teknik membentuk sangat beragam, diantaranya :
Membutsir
Yaitu membuat hanya tiga dimensi dari bahan yang lunak dengan cara diremas-remas dengan tangan pada saat tanah masih dalam keadaan lembek.
Memahat
Yaitu membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan.
Cor(menuang)
Proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk cetakan, setelah menjadi keras dikeluarkan dari acuan/cetakan. Jika acuan/ cetakan tidak rusak maka dapat dipakai berulang-ulang yang menghasilkan barang cetakan yang sama.
3. Menempel
Yaitu karya seni berupa tempelan gambar atau bahan tertentu pada sebuah benda agar lebih menarik untuk dilihat. Alat dan bahan yang digunakan dapat berupa kendi, lem, gunting, pensil, kertas warna, monte, kain perca atau bahan lain
Teknik Pembuatannya yaitu dengan menempelkan guntingan kertas, kain perca atau monte ke kendi yang telah digambari. Tempelkan guntingan sesuai dengan warna pada gambar.
4. Mencetak
Mencetak adalah proses memperbanyak (reproduksi) suatu gambar atau naskah dengan teknik tertentu. Selain kegiatan mencetak bersifat ekspresif dapat pula bercorak dekoratif, seperti desain kertas bungkus kado atau desain corak pakaian.
Bahan untuk mencetak dapat menggunakan bahan-bahan pewarna yang mudak didapat, seperti cat air, sumbo kue, tinta bak serta lainya. Secara ideal bahan yang baik digunakan adalah tinta cetak. Bahan ini terutama digunakan untuk anak SD di kelas tinggi. Bahan acuan cetakan dapat menggunakan berbagai bahan seperti kentang, wortel, ketela rambat, bengkoang, karet bekas sandal, karton tebal, triplek dan sebagainya.
Untuk membantu dalam proses mencetak diperlukan alat rol yang terbuat dari karet. Penggunaan rol ini terutama untuk bidang cetakan yang lebar. Sedangkan untuk bahan kentang, wortel dan sejenisnya dapat langsung dicetak. Jika menggunakan tinta cetak diperlukan kaca untuk mengaduk cat.
Teknik mencetak ada bermacam-macam diantaranya adalah cetak timbul, cetak cekung, cetak tembus, dan cetak datar.
5. Menggunting, melipat, menempel (3M)
Karya seni rupa ini merupakan proses memanipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk dua atau tiga dimensi. Di Jepang teknik ini disebut origami.
Bahan yang digunakan untuk dapat pembuatan karya ini berupa kertas, kertas lipat, lembaran plastik. Alat yang digunakan yaitu gunting dan lem atau perekat.
Teknik yang digunakan yaitu melipat atau origami.
6. Dekorasi
Kegiatan dekorasi biasanya ditujukan untuk membuat hiasan. Secara garis besar dibagi dalam dua kegiatan dekorasi yaitu dekorasi benda dua dimensi dan untuk benda tiga dimensi. Untuk dekorasi benda dua dimensi biasa disebut ornamen.
Bahan untuk dekorasi dapat menggunakan bahan-bahan seperti biji-bijian, bunga, batang tumbuh-tumbuhan, bauh-buahan, kertas berwarna, plastik sedotan, pita plastik, karet balon dan benda-benda lain yang bisa digunakan untuk hiasan. Sedangkan untuk gambar dekorasi bisa menggunakan bahan-bahan seperti halnya dalam kegiatan menggambar.
Alat-alat yang digunakan untuk dekorasi disesuaikan dengan jenis kegiatan dan jenis bahan yang dipakai. Untuk jenis dekorasi bahan kertas bisa menggunakan alat-alat seperti gunting, cutter, lem dan sebagainya. Untuk dekorasi jenis biji-bijian, bunga, buah-buahan bisa menggunakan alat seperti pisau, cutter, gunting, jarum, benang, paku, palu, lem dan sebagainya.
Ragam atau motif hiasan banyak macamnya, seperti motif tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, benda, simbol-simbol, huruf, angka, bentuk-bentuk abstrak dan sebagainya. Disamping itu ada yang disebut dengan ragam hias tradisional, misalnya ragam hias pada batik, ukir, anyam, tenun dan sebagainya.
Di dalam membuat dekorasi atau dinamen dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menstilir dan menyederhanakan. Menstilir adalah memodifikasi atau merubah bentuk tertentu dengan tidak menghilangkan cirri aslinya sedangkan menyederhanakan adalah menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu.
7. Merakit dan Membangun
Yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas menyusun berbagai komponen untuk dijadikan sesuatu benda tiga dimensi atau trimatra. Contoh: membuat kalender.
Bahan yang digunakan seperti kertas tebal/karton, lem, pensil berwarna / cat air. Alat-alat yang bisa digunakan antara lain gunting, penggaris, cutter, kuas.
Prosedur membangun bisa dilakukan dengan cara melipat, memotong, dan mengelem. Pada bagian tertentu bisa diberi pewarna atau garis-garis.
8. Menjiplak
Menjiplak yaitu kegiatan menempelkan sehelai kertas pada model cetakan kemudian menggosoknya dengan krayon atau alat tulis lain.
Bahan yang digunakan bisa bermacam-macam, seperti koin, model topeng, atau berbagai objek yang dapat ditemui di sekitar. Bahan penggosoknya dapat berupa pensil, pensil warna, atau krayon.
Teknik pembuatannya yaitu dengan cara menggosok-gosokkan krayon atau pensil di atas sehelai kertas yang diletakkan di atas model sehingga membentuk jiplakan dari model tersebut.
9. Kolase
Kolase dalam pengertian yang paling sederhana adalah penyusunan berbagai macam bahan pada sehelai kertas yang diatur.
Bahan yang digunakan biasanya adalah kertas , kain, atau bahan yang bertekstur. Dapat yang bertekstur kasar seperti kulit kayu atau sabut kelapa, dan yang bertekstur halus seperti kardus dan kertas, dan berbagai jenis bahan lainnya.
Teknik pembuatannya yaitu dengan cara menempelkan berbagai potongan bahan-bahan tersebut pada kertas dan diatur sedemikian rupa sesuai keinginan mereka.
10. Finger Painting (Lukisan Jari)
Yaitu seni melukis dengan menggunakan jari sebagai alat untuk melukis.
Pada prinsipnya proses finger painting adalah bebas, yang terpenting adalah bahwa lukisan tersebut dibuat dengan menggunakan jari-jari tangan. Jadi sebenarnya karya ini juga bebas, beraliran abstrak, realistis, naturalis,dan sebagainya.
Bahan yang dipakai dapat berupa berbagai jenis cat, kertas, atau berbagai bahan lukisan lain.
Teknik pembuatannya adalah pada dasarnya menggunakan jari untuk menggambar. Semua gambar digambar dengan jari-jari tangan.
11. Lukis Tempel/gambar tekstur
Yaitu karya seni berupa gambar yang dibuat dengan teknik menggambar dan menempel baik dengan kertas maupun bahan lain pada gambar sehingga tercipta suatu pola gambar yang indah dan lebih hidup.
Alat dan bahan seperti pelepah batang pisang kering, dedaunan, kertas, atau bahan lain yang bisa ditempel, gunting, lem, berbagai jenis kertas, pensil,dll.
Teknik Pembuatan yaitu pertama-tama membuat gambar yang akan ditempeli. Kemudian gunting bahan-bahan lain yang akan ditempel sesuai dengan pola gambar. Setelah itu tempelkan pada gambar tadi sehingga terbentuk lukisan seperti semula.
12. Merangkai/memasang
Yaitu jenis karya seni yang dibuat dengan merangkai atau memasang suatu bahan pada media tertentu.Contoh:membuat puzzle.
Alat dan bahan yang digunakan yaitu karton tebal, pensil, kertas HVS, pensil warna, penggaris, gunting, lem,dll.
Teknik Pembuatannya dengan membuat sebuah gambar pada kertas HVS, beri warna, kemudian tempelkan pada karton tebal. Gambar garis potong pada gambar, kemudian potong-potong sesuai garis dan beri bingkai pada gambar.
13. Menghias
Yaitu jenis karya seni yang dibuat dengan merangkai atau memasang, menempel dan menghias suatu bahan pada media tertentu. Contoh : membuat topeng karton.
Alat dan bahan yang digunakan seperti karton tebal, pensil, lem, bahan pewarna ( cat air, cat minyak, crayon, pensil warna dsb ), kertas marmer, gunting, dll.
Teknik Pembuatannya yaitu dengan membuat media yang akan dihias misalnya topeng dari karton, kemudian menghiasinya dengan berbagai warna yang menarik serta menempelkan berbagai bahan lain sebagai hiasan pendukung.
14. Mencelup
Yaitu jenis karya seni yang dibuat dengan membuat hiasan pada kain polos dengan menggunakan teknik celup ikat. Contoh : celup kaos dengan jumputan.
Alat dan bahan bisa berupa kain putih atau kaos polos warna putih, karet gelang atau tali secukupnya, zat pewarna, kompor, panci, air.
Teknik Pembuatannya dengan mengikat bagian-bagian kaos yang akan dihias. Sebelum dicelupkan ke dalam zat pewarna kaos dimasukkan dulu ke air dingin kemudian diperas. Baru setelah itu celupkan kaos tersebut ke zat pewarna yang telah dididihkan bersama air. Setelah itu dinginkan kain dan cuci. Setelah bersih buka kembali ikatan-ikatan tadi.
15. Meronce
Yaitu jenis karya seni yang dibuat dengan merangkai atau memasang suatu bahan pada benang .Contoh : membuat tirai, membuat kalung.
Alat dan bahan misalnya biji karet kering, atau kertas yang digulung kecil, benang nilon, gunting dan pisau, jarum jahit, sedotan limun, dll.
Teknik pembuatannya yaitu dengan cara menyusun gulungan kertas atau biji karet kering yang telah di lubangi kedua ujungnya pada benang nilon dengan bantuan jarum. Biji boleh dironce renggang ( harus ada penahannya berupa potongan sedotan limun ataupun bambu kecil yang berlubang ) ataupun rapat – rapat. Bentuk sebagai kalung atau buat lebih banyak lagi untuk dijadikan tirai.
16. Mencungkil
Yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas dengan teknik mencungkil sehingga menghasilkan karya seni yang menarik.
Alat dan bahan yang digunakan dapat berupa plastisin, kentang, ketela, atau bahan lain yang bisa dicungkil, pisau atau cutter, lidi, papan.
Teknik Pembuatannya dengan cara membuat sketsa pada bahan yang akan dicungkil kemudian cungkil pada bagian yang perlu dibuang dengan pisau. Relief yang sudah jadi siap dipajang.
17. Menganyam
Yaitu kegiatan membuat karya seni dengan teknik menganyam untuk menghasilkan sesuatu yang lebih menarik dari bahan semula. Misalnya membuat anyaman kipas
Alat dan bahan yang digunakan yaitu irisan bambu tipis, 1 bilah bamboo, tali plastic, pisau dan gunting.
Teknik pembuatan :
a. Atur posisi 3 bambu, 1 bambu diletakkan membujur sebagai pita taruhan, 2 pita diletakkan mendatar.
b. Tambahkan 1 pita lagi dan dianyam silang sampai pita habis.
c. Pita taruhan dilipat ke belakang dan disisipkan. Rapikan sisi-sisi kelebihan anyaman yang tidak diperlukan dengan cara digunting.
d. Sisipkan gagang kipas dari bilah bambu dibagian samping.
e. Hasil anyaman disisipkan dan dijepit pada gagang lalu diikat dengan tali.
18. Membatik
Yaitu suatu kegiatan membuat karya seni dengan teknik membatik untuk menghasilkan karya yang indah dilihat.
Alat dan bahannya kain polos, pensil atau pensil warna, canting, kertas gambar, lilin malam, pewarna naptol atau wantex, kaporit, air dan wajan kecil, kompor ember.
Teknik Pembuatan:
a. Buat rancangan gambar pada kertas gambar
b. Celupkan kain pada cairan pewarna yang dididihkan
c. Setelah warnanya jadi, keringkan kain
d. Gambar lukisan rancanganmu pada kain dengan pensil warna
e. Cairkan lilin dengan kompor
f. Pelilinan dengan canting
g. Kain yang sudah digambar dengan lilin dicelupkan ke cairan kaporit sehingga warna gelap akan berubah menjadi warna kain asal
h. Buat larutan pewarna lalu celupkan kain kedalamnya.
i. Kain dimasukkan ke air mendidih untuk menghilangkan lilin malam lalu dibilas dengan air bersih
j. Keringkan kain batik.
19. Memilin
Yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas dengan teknik memilin sehingga menghasilkan karya seni yang indah.
Membuat Relief
Alat dan bahan:
· Plastisin
· Plastic
· Pensil dan kertas
· Penggaris dan papan
Teknik Pembuatan:
a. Ambil plastisin dan ratakan di atas papan
b. Gambar pola pada selembar kertas
c. Gunting pola tersebut dan letakkan pola diatas salah satu plastisin serta potong plastisin sesuai pola yang ada.
d. Tempelkan pola-pola tersebut diatas plastisin lain pada papan
20. Karya kerajinan
Yaitu kegiatan membuat karya seni dengan berbagai teknik agar menghasilkan karya tertentu.
Membuat Asbak
Alat dan bahan:
· Tanah liat
· Pisau
· Sendok
· Alat sudip
Teknik Pembuatan:
a. Remas tanah liat dan bentuk sesuai keinginanmu
b. Buanglah bagian yang tidak perlu dengan cara mencungkil
c. Haluskan hasilnya dengan menggunakan alat sudip.